Ramadhan di Seluruh Dunia
Cerita Mualaf di Belgia Pertama Kali Puasa Ramadhan
Muhajirin
Selasa, 12 April 2022 - 18:00 WIB
Muslim Belgia berunjuk rasa menentang Islamofobia di sana (foto: Anadolu)
Hidup sebagai seorang mualaf tidak akan mudah di Belgia. Seperti yang dialami wanita berusia 20 tahun, YentI. Dia lahir sebagai seorang Kristen Katolik di Belgia. Sejak kecil, dia telah memahami sikap masyarakat setempat terhadap umat Islam.
YentI menyebut Islam merupakan agama misterius di Belgia, yang sangat minoritas. Dia tak mengetahui banyak hal tentang Islam. Namun, pandangan itu perlahan berubah saat berbicara dengan seorang muslim melalui internet.
YentI dan temannya, Maya, yang seorang muslim itu saling berbagi persepsi tentang agama. Dia lalu membandingkan ide-ide Kristen dengan ide-ide Islam. Setelah percakapan itu, dia berkesimpulan, Islam merupakan agama yang menarik. Dia terus berbicara dengan orang tersebut dan menanyakan banyak hal. Dari situ dia tertarik dan memeluk agama Islam.
Sejak saat itu, dia taat menjalankan ajaran Islam, termasuk puasa Ramadhan. Dia lalu berbagi kisah saat menjalani Ramadhan pertama, sekaligus motivasi untuk para mualaf di manapun berada.
Sebelum Ramadhan: Banyak pertanyaan dan Rasa Tidak Aman
YentI merasa siap beberapa bulan sebelum Ramadhan dimulai. Dia sangat menantikan momen itu. Dia membayangkan bisa terhubung dengan komunitas muslim di Belgia dan mengajukan pertanyaan terkait Ramadhan kepada mereka.
“Banyak dari mereka memberi saya tips dan mendorong saya. Mereka tidak pernah berhenti mendukung saya. Itu terbukti perlu, karena seminggu sebelum Ramadhan dimulai, saya diintimidasi,” kata YentI, dikutip laman Mvslim, Selasa (12/4/2022).
YentI menyebut Islam merupakan agama misterius di Belgia, yang sangat minoritas. Dia tak mengetahui banyak hal tentang Islam. Namun, pandangan itu perlahan berubah saat berbicara dengan seorang muslim melalui internet.
YentI dan temannya, Maya, yang seorang muslim itu saling berbagi persepsi tentang agama. Dia lalu membandingkan ide-ide Kristen dengan ide-ide Islam. Setelah percakapan itu, dia berkesimpulan, Islam merupakan agama yang menarik. Dia terus berbicara dengan orang tersebut dan menanyakan banyak hal. Dari situ dia tertarik dan memeluk agama Islam.
Sejak saat itu, dia taat menjalankan ajaran Islam, termasuk puasa Ramadhan. Dia lalu berbagi kisah saat menjalani Ramadhan pertama, sekaligus motivasi untuk para mualaf di manapun berada.
Sebelum Ramadhan: Banyak pertanyaan dan Rasa Tidak Aman
YentI merasa siap beberapa bulan sebelum Ramadhan dimulai. Dia sangat menantikan momen itu. Dia membayangkan bisa terhubung dengan komunitas muslim di Belgia dan mengajukan pertanyaan terkait Ramadhan kepada mereka.
“Banyak dari mereka memberi saya tips dan mendorong saya. Mereka tidak pernah berhenti mendukung saya. Itu terbukti perlu, karena seminggu sebelum Ramadhan dimulai, saya diintimidasi,” kata YentI, dikutip laman Mvslim, Selasa (12/4/2022).