Jokowi Pamer Keberhasilan Bangun 1.900 Km Tol Selama 7 Tahun
Ummu hani
Jum'at, 15 April 2022 - 19:05 WIB
Presiden Jokowi saat meresmikan ruas Jalan Tol Binjai-Stabat sepanjang 11,8 Kilometer di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat (04/02/2022). (Foto: BPMI Setpres/Kris)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keberhasilannya selama tujuh tahun menjabat, membangun 1.900 kilometer jalan tol di seluruh Indonesia. Angka ini lebih tinggi dari masa sebelumnya yang hanya mampu membangun 780 kilometer jalan tol dengan waktu hampir setengah abad.
"Dalam 40 tahun kita telah membangun 780 kilometer jalan tol, kemudian 2014 kita dorong betul agar jalan tol ini segera semuanya tersambungkan baik yang TransJawa maupun yang Trans Sumatera, beberapa di Kalimantan, serta Sulawesi," kata Jokowi dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/4/2022).
Baca Juga:Perlancar Arus Mudik, Jokowi Resmikan Jalan Lingkar Brebes-Tegal
Jokowi menuturkan, perbedaan signifikan tersebut terjadi karena saat ini pemerintah membuka keran pembiayaan dan investasi lebih luas. Salah satunya melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia Investment Authority (INA).
"Kita munculkan INA sebagai SWF. Ini adalah sebuah alternatif skema pembiayaan yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan, muncul," ujarnya.
Pada pembangunan tol sebelumnya, lanjut Jokowi, pemerintah hanya bergantung Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan anggaran yang dimiliki BUMN. Rupanya hal tersebut tidak berjalan dengan baik setelah beberapa tahun tahun.
Baca Juga:Presiden Jokowi Resmikan Jalan Bypass Balige Senilai Rp176 Miliar
"Dalam 40 tahun kita telah membangun 780 kilometer jalan tol, kemudian 2014 kita dorong betul agar jalan tol ini segera semuanya tersambungkan baik yang TransJawa maupun yang Trans Sumatera, beberapa di Kalimantan, serta Sulawesi," kata Jokowi dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/4/2022).
Baca Juga:Perlancar Arus Mudik, Jokowi Resmikan Jalan Lingkar Brebes-Tegal
Jokowi menuturkan, perbedaan signifikan tersebut terjadi karena saat ini pemerintah membuka keran pembiayaan dan investasi lebih luas. Salah satunya melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia Investment Authority (INA).
"Kita munculkan INA sebagai SWF. Ini adalah sebuah alternatif skema pembiayaan yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan, muncul," ujarnya.
Pada pembangunan tol sebelumnya, lanjut Jokowi, pemerintah hanya bergantung Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan anggaran yang dimiliki BUMN. Rupanya hal tersebut tidak berjalan dengan baik setelah beberapa tahun tahun.
Baca Juga:Presiden Jokowi Resmikan Jalan Bypass Balige Senilai Rp176 Miliar