Inovasi Baru Martabak, Teradjana Goyang Lidah Masyarakat Gresik
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 30 Juli 2021 - 13:57 WIB
Salah satu menu martabak durian Terangbulan Teradjana. Foto: Instagram @teradjana
Bagi penikmat kuliner sudah tidak asing lagi dengan martabak rasa manis. Rasa manis yang berasal dari gula. Nah, martabak yang satu ini berbeda. Menikmati makanan satu ini memanjakan lidah karena memiliki rasa manis nikmat yang berasal dari durian.
Inovasi baru. Ide durian sebagai bahan baku martabak datang dari Terangbulan Teradjana, UMKM asal Gresik. Riko Wahyu Nugroho, atau yang akrab disapa Mas Riko Teradjana, merupakan pemilik dari usaha Terangbulan Teradjana. Martabak durian ini banyak diminati. Tak heran, usaha martabak durian ini telah memiliki tiga cabang, dua cabang di Gresik dan satu di Lamongan.
Mas Riko Teradjana tengah persiapan membuka cabang baru di Mojokerto. Ia mengaku, antusias masyarakat terutama penikmat durian sangat baik setelah mencoba produknya. Penjualan martabak duren ini juga sangat menjanjikan.
“Alhamdulillah satu cabang bisa menghasilkan omzet Rp15-20 juta per bulan,” ujarnya dikanal Youtube Sonic Star Creative.
Sukses yang diraih Mas Riko melewati perjalanan panjang dan terjal. Riko meraih kesuksesannya dengan berdarah-darah di awal berusaha. Jatuh bangun diawal menjalankan usahanya. Kegigihan dan pantang menyerah membawa Riko mampu mengembangkan usahanya seperti sekarang ini.
“Motto saya adalah jika kurang pintah harus menang rajin. Jadi dalam usaha, tidak perlu terlalu pintar, tapi jangan sampai tidak rajin,” katanya.
Merintis usaha sejak 2016 silam, dulu usaha Riko juga menjual produk turunan dari bahan baku durian. Namun, karena produk yang dijualnya saat itu es durian hanya bersifat musiman membuatnya harus bangkrut, padahal sudah memiliki empat cabang.
Inovasi baru. Ide durian sebagai bahan baku martabak datang dari Terangbulan Teradjana, UMKM asal Gresik. Riko Wahyu Nugroho, atau yang akrab disapa Mas Riko Teradjana, merupakan pemilik dari usaha Terangbulan Teradjana. Martabak durian ini banyak diminati. Tak heran, usaha martabak durian ini telah memiliki tiga cabang, dua cabang di Gresik dan satu di Lamongan.
Mas Riko Teradjana tengah persiapan membuka cabang baru di Mojokerto. Ia mengaku, antusias masyarakat terutama penikmat durian sangat baik setelah mencoba produknya. Penjualan martabak duren ini juga sangat menjanjikan.
“Alhamdulillah satu cabang bisa menghasilkan omzet Rp15-20 juta per bulan,” ujarnya dikanal Youtube Sonic Star Creative.
Sukses yang diraih Mas Riko melewati perjalanan panjang dan terjal. Riko meraih kesuksesannya dengan berdarah-darah di awal berusaha. Jatuh bangun diawal menjalankan usahanya. Kegigihan dan pantang menyerah membawa Riko mampu mengembangkan usahanya seperti sekarang ini.
“Motto saya adalah jika kurang pintah harus menang rajin. Jadi dalam usaha, tidak perlu terlalu pintar, tapi jangan sampai tidak rajin,” katanya.
Merintis usaha sejak 2016 silam, dulu usaha Riko juga menjual produk turunan dari bahan baku durian. Namun, karena produk yang dijualnya saat itu es durian hanya bersifat musiman membuatnya harus bangkrut, padahal sudah memiliki empat cabang.