Keutamaan Malam Nuzulul Qur’an dan Amalan yang Bisa Dilakukan
Muhajirin
Senin, 18 April 2022 - 12:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Nuzulul Qur’an yang diperingati pada 17 Ramadhan jatuh pada 18 April 2022. Ada banyak keutamaan pada malam ini. Di balik peristiwa tersebut, ada mukjizat yang luar biasa. Bahkan efek dari mukjizat itu meliputi seluruh manusia sampai hari kiamat.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyebut ada empat keutamaan Nuzulul Qur’an. Pertama, waktu. Waktu nuzulul Qur’an sangat berharga, karena terjadi pada bulan mulia, yakni Ramadhan.
Kedua, rasul. Allah memilih rasul yang paling mulia di antara utusan lain untuk menerima wahyu berupa Al-Qur’an. Dialah Nabi Muhammad SAW.
“Allah tidak memilih Sulaiman AS, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, tapi rasul yang paling mulia adalah Muhammad SAW,” kata UAH di akun YouTube-nya, Senin (18/4/2022).
Baca juga: Berkah Khatamkan Al-Qur'an, Pekerja Migran: Hidup Jadi Lebih Tenang
Ketiga, malaikat. Malaikat yang diutus Allah untuk membawa wahyu kepada Nabi Muhammad adalah malaikat paling mulia, yakni Malaikat Jibril. “Ketika Al-Qur’an diturunkan lewat Malaikat Jibril, pangkat Jibril naik menjadi pemimpin para malaikat,” kata UAH.
Keempat, mukjizat bernilai pahala. Al-Qur’an merupakan mukjizat yang sangat luar biasa. Setiap huruf yang dibaca dari ayat-ayat Al-Qur’an akan bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyebut ada empat keutamaan Nuzulul Qur’an. Pertama, waktu. Waktu nuzulul Qur’an sangat berharga, karena terjadi pada bulan mulia, yakni Ramadhan.
Kedua, rasul. Allah memilih rasul yang paling mulia di antara utusan lain untuk menerima wahyu berupa Al-Qur’an. Dialah Nabi Muhammad SAW.
“Allah tidak memilih Sulaiman AS, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, tapi rasul yang paling mulia adalah Muhammad SAW,” kata UAH di akun YouTube-nya, Senin (18/4/2022).
Baca juga: Berkah Khatamkan Al-Qur'an, Pekerja Migran: Hidup Jadi Lebih Tenang
Ketiga, malaikat. Malaikat yang diutus Allah untuk membawa wahyu kepada Nabi Muhammad adalah malaikat paling mulia, yakni Malaikat Jibril. “Ketika Al-Qur’an diturunkan lewat Malaikat Jibril, pangkat Jibril naik menjadi pemimpin para malaikat,” kata UAH.
Keempat, mukjizat bernilai pahala. Al-Qur’an merupakan mukjizat yang sangat luar biasa. Setiap huruf yang dibaca dari ayat-ayat Al-Qur’an akan bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala.