Mahfud MD: Paham Radikalisme dan Komunisme Tidak Dapat Berkuasa di Indonesia
Hasanah syakim
Rabu, 20 April 2022 - 15:28 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (foto: humas Menkopolhukam)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyampaikan paham radikalisme dan komunisme tidak akan mudah berkembang karena ajaran Islam wasathiyah di kalangan muslim Indonesia telah membentuk kekuatan komunal.
Mahfud MD menjelaskan, paham komunisme yang bersifat ektrem dan anti-Tuhan demikian itu tidak dapat menguasai bangsa Indonesia kendati sempat berkembang, dan membentuk partai politik akan tetapi tidak dapat menguasai bangsa Indonesia.
"Walaupun sempat berkembang dan membentuk partai politik namun tidak berhasil melakukan revolusi dan membentuk diktator ploretariat," kata Mahfud dalam keterangannya dikutip Rabu (20/4/2022).
Baca juga:Mahfud MD Mengimbau Aksi Mahasiswa Besok Bisa Dilakukan dengan Tertib
Begitu pun dengan radikalisme di Indonesia, menurutnya paham tersebut tidak mudah berkembang karena Islam yang diyakini masyarakat Indonesia adalah Islam wasathiyah atau Islam moderat.
“Saat ini masih terdapat pemikiran dan kelompok radikal yang menunjukkan manifestasi dalam bentuk aksi teror hingga mengorbankan manusia dan harmoni sosial. Namun, perkembangan paham itu masih dapat dikendalikan,” ujarnya.
Menurut Mahfud MD, jika paham radikalisme ini tidak terkontrol dan menjadi keyakinan mayoritas umat Islam, tentu Indonesia akan dengan mudah menjadi seperti Syria dan Afganistan.
Mahfud MD menjelaskan, paham komunisme yang bersifat ektrem dan anti-Tuhan demikian itu tidak dapat menguasai bangsa Indonesia kendati sempat berkembang, dan membentuk partai politik akan tetapi tidak dapat menguasai bangsa Indonesia.
"Walaupun sempat berkembang dan membentuk partai politik namun tidak berhasil melakukan revolusi dan membentuk diktator ploretariat," kata Mahfud dalam keterangannya dikutip Rabu (20/4/2022).
Baca juga:Mahfud MD Mengimbau Aksi Mahasiswa Besok Bisa Dilakukan dengan Tertib
Begitu pun dengan radikalisme di Indonesia, menurutnya paham tersebut tidak mudah berkembang karena Islam yang diyakini masyarakat Indonesia adalah Islam wasathiyah atau Islam moderat.
“Saat ini masih terdapat pemikiran dan kelompok radikal yang menunjukkan manifestasi dalam bentuk aksi teror hingga mengorbankan manusia dan harmoni sosial. Namun, perkembangan paham itu masih dapat dikendalikan,” ujarnya.
Menurut Mahfud MD, jika paham radikalisme ini tidak terkontrol dan menjadi keyakinan mayoritas umat Islam, tentu Indonesia akan dengan mudah menjadi seperti Syria dan Afganistan.