home global news

IDEAS: Kasus Perceraian Keluarga Muslim Meningkat Selama Pandemi

Kamis, 21 April 2022 - 05:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menilai terdapat kecenderungan mengkhawatirkan di keluarga muslim Indonesia yang menguat di masa pandemi ini, yaitu melemahnya pernikahan dan melonjaknya perceraian.

Hal tersebut terlihat dari jumlah pernikahan tahunan yang dalam 15 tahun terakhir di kisaran 2,1 juta, di masa pandemi jatuh di kisaran 1,8 juta. Sebaliknya, jumlah perceraian tahunan terus meningkat dari waktu ke waktu dan mencatat rekor tertinggi di masa pandemi.

“Pada 2021, angka perceraian mencapai 448 ribu dengan rasio pernikahan-perceraian 1: 3,89. Ini bermakna di setiap 3,89 pernikahan terdapat 1 perceraian,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/04/2022).

Yusuf menambahkan, kasus perceraian pada 2021 sebagian besar terjadi di Jawa dengan total 66,0 persen dari jumlah perceraian nasional, yang tiga besarnya terjadi di Jawa Barat (22,0 persen), Jawa Timur (18,7 persen) dan Jawa Tengah (16,8 persen). Selanjutnya, Sumatera berkontribusi 19,1 persen, lalu Sulawesi (6,4 persen), Kalimantan (5,6 persen) dan wilayah lainnya (3,0 persen).

Baca juga: MUI Temukan 3 Indikasi Pelanggaran Tayangan Televisi Selama Ramadhan

“Untuk tingkat risiko perceraian, lima provinsi dengan risiko tertinggi adalah DKI Jakarta (1: 2,98), Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (1: 3,24), Jawa Timur (1: 3,38), Papua-Papua Barat (1: 3,74), Kepulauan Bangka Belitung (1: 3,52), dan Jawa Barat (1: 3,53),” ungkap Yusuf.

Yusuf menuturkan, dalam 20 tahun terakhir, terlihat kecenderungan melemahnya pernikahan mengalami pasang surut, sedangkan kecenderungan melonjaknya perceraian konsisten terjadi di sepanjang waktu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ideas perceraian pernikahan keluarga islam kemiskinan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya