Cegah Radikalisme, Polri dan Pemkab Sleman Gelar FGD Deradikalisasi
Priyo Setyawan
Kamis, 21 April 2022 - 19:08 WIB
Polri dan Pemkab Sleman menggelar FGD soal deradikalisasi di ruang Sembada, kantor Setda Pemkab Sleman, Kamis (21/4/2022). (Foto dok Prokompim Sleman)
Polri dan Pemkab Sleman menggelar Focus Group Discussion (FGD) soal deradikalisasi di ruang Sembada, Kantor Setda Pemkab Sleman, Kamis (21/4/2022).
Kegiatan ini untuk memberikan pemahanan dan pengetahuan tentang paham radikalisme kepada orgnisasi masyarakat (ormas), toko agama dan tokoh masyarakat. Tercatat ada 30 peserta mengikuti acara tersebut.
Kasubbag Opinev RO Penmas Divisi Humas Mabes Polri, AKBP Erlan Munaji mengatakan FGD ini sebagai upaya dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan soal paham radikalisme.
Sebab pada situasi dan kondisi saat ini masyarakat perlu membentengi diri dari pengaruh paham radikalisme.
“Setelah kegiatan ini, kami berharap peserta menyampaikan pengetahuan dan pemaham soal radikalsime kepada keluarga, kerabat dan masyarakat,” katanya.
Baca juga:Mahfud MD: Paham Radikalisme dan Komunisme Tidak Dapat Berkuasa di Indonesia
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan melalui kegiatan FGD ini, masyarakat bisa mendapatkan pencerahan, pemahaman terkait paham radikalisme khususnya di wilayah Sleman.
Kegiatan ini untuk memberikan pemahanan dan pengetahuan tentang paham radikalisme kepada orgnisasi masyarakat (ormas), toko agama dan tokoh masyarakat. Tercatat ada 30 peserta mengikuti acara tersebut.
Kasubbag Opinev RO Penmas Divisi Humas Mabes Polri, AKBP Erlan Munaji mengatakan FGD ini sebagai upaya dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan soal paham radikalisme.
Sebab pada situasi dan kondisi saat ini masyarakat perlu membentengi diri dari pengaruh paham radikalisme.
“Setelah kegiatan ini, kami berharap peserta menyampaikan pengetahuan dan pemaham soal radikalsime kepada keluarga, kerabat dan masyarakat,” katanya.
Baca juga:Mahfud MD: Paham Radikalisme dan Komunisme Tidak Dapat Berkuasa di Indonesia
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan melalui kegiatan FGD ini, masyarakat bisa mendapatkan pencerahan, pemahaman terkait paham radikalisme khususnya di wilayah Sleman.