LANGIT7.ID, Sleman - Polri dan Pemkab Sleman menggelar Focus Group Discussion (FGD) soal deradikalisasi di ruang Sembada, Kantor Setda Pemkab Sleman, Kamis (21/4/2022).
Kegiatan ini untuk memberikan pemahanan dan pengetahuan tentang paham radikalisme kepada orgnisasi masyarakat (ormas), toko agama dan tokoh masyarakat. Tercatat ada 30 peserta mengikuti acara tersebut.
Kasubbag Opinev RO Penmas Divisi Humas Mabes Polri, AKBP Erlan Munaji mengatakan FGD ini sebagai upaya dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan soal paham radikalisme.
Sebab pada situasi dan kondisi saat ini masyarakat perlu membentengi diri dari pengaruh paham radikalisme.
“Setelah kegiatan ini, kami berharap peserta menyampaikan pengetahuan dan pemaham soal radikalsime kepada keluarga, kerabat dan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Mahfud MD: Paham Radikalisme dan Komunisme Tidak Dapat Berkuasa di IndonesiaWakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan melalui kegiatan FGD ini, masyarakat bisa mendapatkan pencerahan, pemahaman terkait paham radikalisme khususnya di wilayah Sleman.
Kabupaten Sleman memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Banyak pelajar dan pendatang yang akhirnya menetap di Sleman. Hal tersebut dapat menjadi potensi adanya paham yang masuk dari luar.
“Maka dari itu masyarakat perlu memiliki pemahaman bagaimana pola paham radikalisme." jelasnya.
Menurut Danang, ini penting sebab adanya kemudahan dalam akses informasi bisa menjadi hal positif dan juga bisa menjadi efek negatif. Sehingga masyarakat, terutama generasi muda yang mungkin tidak bisa lepas dari akses informasi, harus bisa menyaring mana informasi yang benar dan salah.
Baca juga: Mahfud MD Mengimbau Aksi Mahasiswa Besok Bisa Dilakukan dengan Tertib(sof)