home edukasi & pesantren

Tak Izinkan Santri Pulang Selama Pandemi, Darul Huffadh Komitmen Jaga Kesehatan Santri

Sabtu, 31 Juli 2021 - 20:39 WIB
ilustrasi santriwati Ponpes Darul Huffadh (foto: istimewa)
Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda membawa dampak kepada santri Pesantren Darul Huffadh, Tuju-tuju, Kajuara, Sulawesi-Selatan. Ribuan santri yang menempuh pendidikan di tempat ini tidak bisa pulang ke rumah selama liburan.

Padahal para santri berasal dari berbagai daerah, Sumatera, Jawa, Kalimantan bahkan Malaysia. Salah satu pondok pesantren terbesar di Sulawesi-Selatan.

Direktur Pesantren Putri Darul Huffadh, Sa’diah Lanre Said menceritakan, setiap tahun para santri diberi kesempatan untuk berlibur bertemu keluarga. Tidak lama, hanya 4-5 hari saja. Terutama pada momen hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Namun kali ini berbeda, pandemi mengubah segalanya. Para santri tidak bisa pulang.

“Ustadzah, adakah liburan Idul Adha bagi santri/wati Darul Huffadh? Pertanyaan ini, berulang kali masuk di media Chatku juga messenger dan Facebook. Ada nada harapan dan kerinduan dari setiap pertanyaan juga doa semoga anak-anaknya dipertemukan dalam Hari raya, seperti tahun-tahun sebelumnya,” tulis Ustadzah Sa’diah melalui akun facebooknya.

Saat pandemi Covid-19 belum mewabah, libur bagi santri tidak ada masalah. Justru kebahagiaan para santri menjamur kepada seluruh pendidik saat melihat wajah-wajah sumringah santriwati tanpa lelah mengangkat koper di tangan kanan dan tentengan plastik di sebelah kiri.

“Entah apa isinya? Baju harian? Buku? Atau cucian kotor selagi mereka ada di rumah? Tentunya hanya orang tua yang tahu. Sementara sekarang tak ada momen ini, Sedih? Benar sekali,” tutur Ustadzah Sa’diah.

Pada perayaan Idul Adha 1442 H/2021 M, pihak pondok terpaksa meniadakan hari libur untuk para santri. Ada beberapa hal yang menjadi alasan. Pertama, Covid-19 belum mereda. Tidak bisa menutup mata bahwa banyak pasien covid-19 meninggal dunia dan kasus positif terus naik. Atas dasar pertimbangan itu, pihak pondok mengambil langkah antisipatif karena kapasitas santri/wati yang begitu banyak sekitar 1700-an orang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren santri pandemi covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya