Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tak Izinkan Santri Pulang Selama Pandemi, Darul Huffadh Komitmen Jaga Kesehatan Santri

Muhajirin Sabtu, 31 Juli 2021 - 20:39 WIB
Tak Izinkan Santri Pulang Selama Pandemi, Darul Huffadh Komitmen Jaga Kesehatan Santri
ilustrasi santriwati Ponpes Darul Huffadh (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Makassar - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda membawa dampak kepada santri Pesantren Darul Huffadh, Tuju-tuju, Kajuara, Sulawesi-Selatan. Ribuan santri yang menempuh pendidikan di tempat ini tidak bisa pulang ke rumah selama liburan.

Padahal para santri berasal dari berbagai daerah, Sumatera, Jawa, Kalimantan bahkan Malaysia. Salah satu pondok pesantren terbesar di Sulawesi-Selatan.

Direktur Pesantren Putri Darul Huffadh, Sa’diah Lanre Said menceritakan, setiap tahun para santri diberi kesempatan untuk berlibur bertemu keluarga. Tidak lama, hanya 4-5 hari saja. Terutama pada momen hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Namun kali ini berbeda, pandemi mengubah segalanya. Para santri tidak bisa pulang.

“Ustadzah, adakah liburan Idul Adha bagi santri/wati Darul Huffadh? Pertanyaan ini, berulang kali masuk di media Chatku juga messenger dan Facebook. Ada nada harapan dan kerinduan dari setiap pertanyaan juga doa semoga anak-anaknya dipertemukan dalam Hari raya, seperti tahun-tahun sebelumnya,” tulis Ustadzah Sa’diah melalui akun facebooknya.

Saat pandemi Covid-19 belum mewabah, libur bagi santri tidak ada masalah. Justru kebahagiaan para santri menjamur kepada seluruh pendidik saat melihat wajah-wajah sumringah santriwati tanpa lelah mengangkat koper di tangan kanan dan tentengan plastik di sebelah kiri.

“Entah apa isinya? Baju harian? Buku? Atau cucian kotor selagi mereka ada di rumah? Tentunya hanya orang tua yang tahu. Sementara sekarang tak ada momen ini, Sedih? Benar sekali,” tutur Ustadzah Sa’diah.

Pada perayaan Idul Adha 1442 H/2021 M, pihak pondok terpaksa meniadakan hari libur untuk para santri. Ada beberapa hal yang menjadi alasan. Pertama, Covid-19 belum mereda. Tidak bisa menutup mata bahwa banyak pasien covid-19 meninggal dunia dan kasus positif terus naik. Atas dasar pertimbangan itu, pihak pondok mengambil langkah antisipatif karena kapasitas santri/wati yang begitu banyak sekitar 1700-an orang.

“Jadi, pengambilan tindakan ini, demi kebaikan bersama dan keselamatan dalam ikhtiar serta menjaga kesehatan ratusan anak-anak kami,” kata Ustadzah Sa'diah.

Selain itu, Kota Makassar dan beberapa daerah kembali menjadi zona merah Covid-19. Jawa, Bali, Lombok, juga Makassar kini, mewajibkan PCR dan bukan antigen lagi untuk perjalanan darat maupun udara. Biaya PCR lebih mahal dari harga tiket pesawat menjadi pertimbangan lain bagi pihak pondok. Tidak semua santri berasal dari kalangan ekonomi atas, bahkan mayoritas santri dari kalangan menengah ke bawah. Tak heran karena seluruh biaya hidup santri ditanggung pihak pondok.

Kemudian, ada banyak orang tua yang justru meminta agar anak-anaknya tetap di pondok saja. Alasan paling mendasar adalah ketika santri/wati keluar dari pondok, maka akan berlaku kewajiban Rapid Antigen untuk mengantisipasi penularan covid-19.

“Polemik lainnya karena orangtua atau wali banyak yang tidak menyetujui prosedur ini, dikarenakan dianggap memberatkan padahal menjaga kesehatan anak-anak adalah pilihan utama. Satu anak, mampu menularkan seribuan anak lainnya karena faktor berada dalam satu atap, satu masjid, satu kelas dengan interaksi kontinyu setiap saat dalam waktu beraktifitas,” ujar Ustadzah Sa’diah.

Ustadzah Sa’diah mengatakan pihak pondok mengambil kebijakan itu dengan pertimbangan matang. Tidak ada satupun kebijakan yang dikeluarkan dan merugikan para santri. Semua aturan dan kebijakan yang ada demi menjaga kemaslahatan bersama dengan tidak dan tanpa melihat kepentingan perorangan.

“Anak-anak yang bergelar santri/wati Darul Huffadh, adalah juga anak-anak kami semua. Dan sebagai orangtua, tentu tak ingin anaknya menjadi sakit, terhambat apalagi sampai pelajaran dan pengetahuannya tertinggal hanya karena faktor isolasi setelah liburan,” ucap Ustadzah Sa’diah.

Dia menjelaskan, keputusan tidak meliburkan santri tidak semata-mata dilihat dari kacamata kerinduan yang terpendam sekian bulan dan pembatasan pertemuan. Pihak pondok sebagai orang tua kedua melihat keputusan itu dari kacamata masa depan para santri dan kesehatan mereka.

Obati Kebosanan dengan Kegiatan yang Menyenangkan

Untuk menghibur para santri, pihak pondok mengadakan beberapa Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) untuk semua santri. Ada banyak perlombaan untuk melatih keterampilan, ketangkasan, dan kecerdasan.

Ustadzah Sa’diah mengabarkan bahwa semua santri dalam keadaan baik-baik saja. Para santri sedang tertawa senang menikmati hiburan nonton bareng film komedi. Ini salah satu permintaan santriwati untuk nobar, mengingat rehat setelah ujian dan masa-masa Porseni juga masih berlangsung.

“Semua kebaikan diatas tidak lepas dari doa yang terpanjatkan dari tangan dan ucapan Bapak dan Ibu semua untuk anak-anak kita di pondok. Tak lelah saya mengatakan, doakan kami dalam mengemban amanah sebagai pendidik di pondok ini, doakan anak-anak kita karena orangtua adalah salah satu tombak pintu ijabah yang dianugerahkan dari Allah SWT,” ucap Ustadzah Sa’diah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)