Komunitas Muslim Pigmi, Pilih Tinggal di Hutan dan Pedalaman
Muhajirin
Rabu, 30 Juni 2021 - 17:40 WIB
Komunitas Muslim Pigmi sedang melaksanakan ibadah shalat. (foto: mvslim)
Kamerun menjadi salah satu negara yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya. Bahkan, salah satu penduduk tertua di Afrika berada di negara tersebut yakni orang Pigmi. Kata pigmi berasal dari mitologi Yunani, yang berarti kerdil. Itu selaras dengan ukuran badan mereka yang terbilang pendek. Secara umum mereka berukuran antara 120 dan 150 cm.
Saat ini, ada sekitar 120.000 orang Pigmi di dunia. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah berhutan, dekat dengan Samudra Atlantik, di Kamerun, tetapi juga di Rwanda, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Zambia, Gabon, dan Angola.
Kendati begitu, mereka memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang tak dimiliki bangsa lain. Mereka menarik perhatian dengan gaya hidup mereka yang sangat tradisional dan premodern. Mereka secara bertahap mulai menerima agama dan budaya luar. Salah satunya Islam.
Melansir mvslim, meski mereka memiliki ukuran badan dengan manusia pada umumnya, tapi orang Pigmi memiliki gaya hidup yang sangat sederhana dan menyenangkan. Jika melihat dari tempat tinggal mereka, yakni pondok sementara yang terbuat dari batang bambu dan daun besar, orang Pigmi memiliki kebiasaan berpindah-pindah. Mereka tidak memiliki rumah tetap.
Mereka adalah pemburu. Bukan menyalurkan hobi, tapi untuk bertahan hidup. Mereka menghabiskan Sebagian besar waktu mereka berburu di hutan lebat dan mengumpulkan buah-buahan. Mereka tidak menggunakan uang sebagai alat tukar, tak masih meneruskan budaya barter, yakni menukar produk dengan produk lain.
"(komunitas muslim pigmi sedang malakukan ibadah shalat. foto: mvslim)"
Kehidupan Muslim Pigmi
Saat ini, ada sekitar 120.000 orang Pigmi di dunia. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah berhutan, dekat dengan Samudra Atlantik, di Kamerun, tetapi juga di Rwanda, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Zambia, Gabon, dan Angola.
Kendati begitu, mereka memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang tak dimiliki bangsa lain. Mereka menarik perhatian dengan gaya hidup mereka yang sangat tradisional dan premodern. Mereka secara bertahap mulai menerima agama dan budaya luar. Salah satunya Islam.
Melansir mvslim, meski mereka memiliki ukuran badan dengan manusia pada umumnya, tapi orang Pigmi memiliki gaya hidup yang sangat sederhana dan menyenangkan. Jika melihat dari tempat tinggal mereka, yakni pondok sementara yang terbuat dari batang bambu dan daun besar, orang Pigmi memiliki kebiasaan berpindah-pindah. Mereka tidak memiliki rumah tetap.
Mereka adalah pemburu. Bukan menyalurkan hobi, tapi untuk bertahan hidup. Mereka menghabiskan Sebagian besar waktu mereka berburu di hutan lebat dan mengumpulkan buah-buahan. Mereka tidak menggunakan uang sebagai alat tukar, tak masih meneruskan budaya barter, yakni menukar produk dengan produk lain.
"(komunitas muslim pigmi sedang malakukan ibadah shalat. foto: mvslim)"
Kehidupan Muslim Pigmi