Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 22 Juni 2026
home community detail berita

Komunitas Muslim Pigmi, Pilih Tinggal di Hutan dan Pedalaman

Muhajirin Rabu, 30 Juni 2021 - 17:40 WIB
Komunitas Muslim Pigmi, Pilih Tinggal di Hutan dan Pedalaman
Komunitas Muslim Pigmi sedang melaksanakan ibadah shalat. (foto: mvslim)
LANGIT7.ID - Kamerun menjadi salah satu negara yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya. Bahkan, salah satu penduduk tertua di Afrika berada di negara tersebut yakni orang Pigmi. Kata pigmi berasal dari mitologi Yunani, yang berarti kerdil. Itu selaras dengan ukuran badan mereka yang terbilang pendek. Secara umum mereka berukuran antara 120 dan 150 cm.

Saat ini, ada sekitar 120.000 orang Pigmi di dunia. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah berhutan, dekat dengan Samudra Atlantik, di Kamerun, tetapi juga di Rwanda, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Zambia, Gabon, dan Angola.

Kendati begitu, mereka memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang tak dimiliki bangsa lain. Mereka menarik perhatian dengan gaya hidup mereka yang sangat tradisional dan premodern. Mereka secara bertahap mulai menerima agama dan budaya luar. Salah satunya Islam.

Melansir mvslim, meski mereka memiliki ukuran badan dengan manusia pada umumnya, tapi orang Pigmi memiliki gaya hidup yang sangat sederhana dan menyenangkan. Jika melihat dari tempat tinggal mereka, yakni pondok sementara yang terbuat dari batang bambu dan daun besar, orang Pigmi memiliki kebiasaan berpindah-pindah. Mereka tidak memiliki rumah tetap.

Mereka adalah pemburu. Bukan menyalurkan hobi, tapi untuk bertahan hidup. Mereka menghabiskan Sebagian besar waktu mereka berburu di hutan lebat dan mengumpulkan buah-buahan. Mereka tidak menggunakan uang sebagai alat tukar, tak masih meneruskan budaya barter, yakni menukar produk dengan produk lain.
Komunitas Muslim Pigmi, Pilih Tinggal di Hutan dan Pedalaman
"(komunitas muslim pigmi sedang malakukan ibadah shalat. foto: mvslim)"

Kehidupan Muslim Pigmi

Komunitas muslim Pigmi sangat kecil. Mereka tinggal di daerah berhutan dekat kota Kribi, Kamerun. Ada dua masjid yang dibangun di daerah tersebut. Sebelumnya, mereka tidak memiliki pengetahuan tentang agama monoteistik, karena tidak memiliki kontak atau hubungan dengan dunia luar. Mereka mulai mengenal Islam pada 2004 silam. Mereka mengenal Islam dari kunjungan umat muslim ke dearah mereka.

Hidup dan mengenal hutan dengan segenap jiwa menjadi salah satu karakteristik mereka. Hutan bagi mereka adalah sumber kehidupan. Mereka tak butuh apa-apa dari luar, karena hutan telah menyediakan segalanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa orang Pigmi merupakan orang-orang dengan sejarah dan budaya yang sangat kaya. Akan tetapi daerah permukiman orang Pigmi kian berkurang diduga karena adanya kepentingan industri asing. Daerah permukiman orang-orang Pigmi dikenal sangat kaya akan sumber daya alamnya.

Melansir sebuah artikel dari BBCNews, bagi suku Pigmi, hutan bukan hanya alam liar. Tetapi, hutan merupakan apotek alami. Kawasan permukiman orang-orang Pigmi itu menyimpan bahan alam untuk pengobatan.

“Satu tanaman, gouga, ketika direbus dengan air, diklaim dapat menyembuhkan malaria. Yang lain, pando, konon meredakan rasa sakit ketika digosokkan pada kulit. Cara hidup di hutan ini tampaknya bagi orang luar menjadi primitif, tetapi nyatanya sangat canggih,” seperti dilansir My Salaam.

Ketika mencari informasi tentang orang Pigmi, mungkin tak banyak orang yang membantu. Banyak sumber yang berbicara tentang orang-orang Pigmi, sebagai orang tradisional dan lainnya namun dengan cara merendahkan.

Mvslim menemukan sebuah sumber yang menyebut sebelum orang Pigmi memeluk Islam, mereka hidup bertelanjang dan berburu binatang liar. Tetapi setelah Islam datang, mereka diperkenalkan dengan kehidupan beradab. Terlepas dari masuknya Islam di wilayah itu, orang Pigmi selalu menjadi orang dengan sejarah dan budaya yang kaya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 22 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan