Hikmah Rahmani: Sepenuh Hati
Redaksi
Sabtu, 30 April 2022 - 16:31 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Ibadah itu unik. Ia tak seperti aktivitas duniawi. Ia membutuhkan partisipasi dua organ sekaligus "jasad dan hati".
Oleh: Abdul Rahman Habsyi (ARH)
Shalat yang dilakukan oleh seorang hamba belumlah dikatakan sempurna apabila tak disertai 'kehadiran' hati. Suatu kondisi jiwa yang dalam kamua Islam disebut dengan "khusyuk".
Lalu, apa artinya berdiri, ruku' dan sujud jika tak disertai "kehadiran hati"?
Disinilah keunikan tadi. Ada parameter multi-dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Karena ibadah tak hanya menilai aktivitas fisik saja. Parameter hati yang merupakan 'ruh' dari ibadah itu sendiri dan merupakan wujud "beresnya" seorang hamba dengan Rabbnya.
Baca Juga:Hikmah Rahmani - Energi Kebaikan
Saudaraku... Khusyuk dalam shalat, keikhlasan dalam ber-infaq dan ibadah lainnya adalah bukti 'kehadiran' hati itu.
Oleh: Abdul Rahman Habsyi (ARH)
Shalat yang dilakukan oleh seorang hamba belumlah dikatakan sempurna apabila tak disertai 'kehadiran' hati. Suatu kondisi jiwa yang dalam kamua Islam disebut dengan "khusyuk".
Lalu, apa artinya berdiri, ruku' dan sujud jika tak disertai "kehadiran hati"?
Disinilah keunikan tadi. Ada parameter multi-dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Karena ibadah tak hanya menilai aktivitas fisik saja. Parameter hati yang merupakan 'ruh' dari ibadah itu sendiri dan merupakan wujud "beresnya" seorang hamba dengan Rabbnya.
Baca Juga:Hikmah Rahmani - Energi Kebaikan
Saudaraku... Khusyuk dalam shalat, keikhlasan dalam ber-infaq dan ibadah lainnya adalah bukti 'kehadiran' hati itu.