Mudik Bukan Ajang Pamer Keberhasilan di Kampung Halaman
Muhajirin
Ahad, 01 Mei 2022 - 04:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID)
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan, mudik bukan ajang flexing atau pamer keberhasilan di kampung halaman.
Jelang Idul Fitri 1443 H, arus mudik telah memadati antarkota dan provinsi. Survei Balitbang PP Muhammadiyah memprediksi ada sekitar 85 juta pemudik pada 2022.
Mu’ti menyebut, fenomena sudah menjadi budaya Nasional yang inklusif. Meskit berkaitan erat dengan hari besar umat Islam, tapi mudik dimanfaatkan oleh semua umat beragama. Hal itu menyebabkan Jumlah pemudik dari tahun ke tahun selalu bertambah.
Baca juga:5 Tausiah MUI Sambut Idul Fitri 1443 Hijriah
Dia menjelaskan, salah satu fungsi mudik adalah rekreasi dan refreshing. Mudik juga memiliki pesan agung yakni menjaga dan menyambung tali silaturahmi di antara keluarga besar dan tetangga di kampung halaman.
“Nah di situlah kemudian kita merasa ada suasana yang berbeda. Ada suasana yang baru. Tetapi, seringkali kadang-kadang kalau orang mudik justru di kampung halaman itu dia tidak bersalaman dengan saudaranya, tidak saling bermaafan, malah hanya di rumah saja,” kata Mu’ti dalam tausiahnya yang disiarkan di TVmu.
Tak hanya itu, mudik kadang jadi ajang untuk pamer keberhasilan ke keluarga besar. Hal itu tentu menyalahi tujuan utama mudik sebagai ajang silaturahmi.
Jelang Idul Fitri 1443 H, arus mudik telah memadati antarkota dan provinsi. Survei Balitbang PP Muhammadiyah memprediksi ada sekitar 85 juta pemudik pada 2022.
Mu’ti menyebut, fenomena sudah menjadi budaya Nasional yang inklusif. Meskit berkaitan erat dengan hari besar umat Islam, tapi mudik dimanfaatkan oleh semua umat beragama. Hal itu menyebabkan Jumlah pemudik dari tahun ke tahun selalu bertambah.
Baca juga:5 Tausiah MUI Sambut Idul Fitri 1443 Hijriah
Dia menjelaskan, salah satu fungsi mudik adalah rekreasi dan refreshing. Mudik juga memiliki pesan agung yakni menjaga dan menyambung tali silaturahmi di antara keluarga besar dan tetangga di kampung halaman.
“Nah di situlah kemudian kita merasa ada suasana yang berbeda. Ada suasana yang baru. Tetapi, seringkali kadang-kadang kalau orang mudik justru di kampung halaman itu dia tidak bersalaman dengan saudaranya, tidak saling bermaafan, malah hanya di rumah saja,” kata Mu’ti dalam tausiahnya yang disiarkan di TVmu.
Tak hanya itu, mudik kadang jadi ajang untuk pamer keberhasilan ke keluarga besar. Hal itu tentu menyalahi tujuan utama mudik sebagai ajang silaturahmi.