Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home global news detail berita

Mudik Bukan Ajang Pamer Keberhasilan di Kampung Halaman

Muhajirin Ahad, 01 Mei 2022 - 04:00 WIB
Mudik Bukan Ajang Pamer Keberhasilan di Kampung Halaman
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan, mudik bukan ajang flexing atau pamer keberhasilan di kampung halaman.

Jelang Idul Fitri 1443 H, arus mudik telah memadati antarkota dan provinsi. Survei Balitbang PP Muhammadiyah memprediksi ada sekitar 85 juta pemudik pada 2022.

Mu’ti menyebut, fenomena sudah menjadi budaya Nasional yang inklusif. Meskit berkaitan erat dengan hari besar umat Islam, tapi mudik dimanfaatkan oleh semua umat beragama. Hal itu menyebabkan Jumlah pemudik dari tahun ke tahun selalu bertambah.

Baca juga: 5 Tausiah MUI Sambut Idul Fitri 1443 Hijriah

Dia menjelaskan, salah satu fungsi mudik adalah rekreasi dan refreshing. Mudik juga memiliki pesan agung yakni menjaga dan menyambung tali silaturahmi di antara keluarga besar dan tetangga di kampung halaman.

“Nah di situlah kemudian kita merasa ada suasana yang berbeda. Ada suasana yang baru. Tetapi, seringkali kadang-kadang kalau orang mudik justru di kampung halaman itu dia tidak bersalaman dengan saudaranya, tidak saling bermaafan, malah hanya di rumah saja,” kata Mu’ti dalam tausiahnya yang disiarkan di TVmu.

Tak hanya itu, mudik kadang jadi ajang untuk pamer keberhasilan ke keluarga besar. Hal itu tentu menyalahi tujuan utama mudik sebagai ajang silaturahmi.

“Bahkan kadang-kadang mudik itu menjadi arena show off force untuk menunjukkan kekuatan dan menunjukkan keberhasilan bahwa sebagai perantau dia sudah berhasil dan pulang dengan Segala tampilan keberhasilannya itu,” tutur Mu’ti.

Fenomena ini, kara dia, mulai berkembang di tengah masyarakat. Itu menyebabkan banyak perantau tidak berani mudik karena merasa belum berhasil.

“Kadang-kadang ada orang yagn karena merasa tidak berhasil, kemudian tidak berani mudik. Ini juga sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan,” ucap Mu’ti.

Maka itu, Mu’ti berpesan agar momentum mudik dijadikan momen untuk menyambung tali silaturahmi, saling bermaaf-maafan, dan menjaga perasaan saudara atau orang lain yang belum sejahtera secara ekonomi.

“Karena yang penting dalam mudik itu kita bersilaturrahim, membangun kembali hubungan dengan saudara dan kerabat kita yang jarang kita sering melihatnya,” tutur Mu’ti.

Baca juga: Kapolri Sebut Program Mudik Gratis Dapat Mencegah Kemacetan

Maka itu, mudik tak hanya berarti perjalanan fisik saja dari kota rantau ke kampung halaman. Namun, mudik juga harus dimaknai sebagai perjalanan spiritual agar bisa mendapatkan keberkahan bulan suci Ramadhan.

“Agar kita bisa mudik spiritual, dosa kita diampuni, maka urusan dengan manusia harus selesai dulu, dan sebenarnya kalau minta maaf bisa kapan saja,” jelas Mu’ti.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)