LANGIT7.ID-Jakarta; salah satu risiko kesehatan yang kerap dialami anak saat mudik adalah demam yang merupakan gejala panas badan.
Penting orang tua harus membawa obat panas salah satunya punya paracetamol dengan dosis yang disesuaikan. Namun, jika sudah meminum obat panasnya tidak kunjung turun disarankan dibawa ke rumah sakit.
"Obat panas harus punya ya, paracetamol itu biasanya dia lebih aman karena dia tidak terlalu merangsang lambung. Kalau panasnya di atas 38,5 dikasih obat panas sudah 4 sampai 6 jam tidak turun-turun, itu boleh segera dibawa ke rumah sakit," jelasnya.
Baca juga: Tips Jaga Kesehatan setelah Puasa RamadhanJika mengalami panas tinggi sang anak memiliki riwayat kejang demam ataupun kejang tidak turun juga disarankan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kemudian, menurut dia gangguan pencernaan seperti diare juga bisa terjadi pada anak saat mudik, hal ini lantaran kerap disebabkan mengonsumsi makanan yang dibeli di sepanjang perjalanan tidak bersih atau tidak fresh.
Dampak diare yang ditakutkan apabila anak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan, bahkan bisa mengalami gangguan elektrolit.
"Mengalami diare, buang air besarnya (BAB) terus-terusan sampai anaknya ada tanda dehidrasi, seperti kencingnya sedikit atau ketika pipis warnanya agak pekat, itu berarti tanda dehidrasi atau anaknya jadi lebih lemas. Maka itu bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat selama perjalanan," ujarnya.
Menurut dia, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) atau seperti batuk pilek juga bisa terjadi pada anak saat mudik, terutama biasanya yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua.
Dia menyarankan dengan menggunakan masker untuk melakukan pencegahan selama perjalanan dan membawa obat-obatan yang bisa dikonsultasi ke dokter. Namun, jika anak sudah mulai mengalami sesak atau pernafasan cepat harus dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.(*)
(lam)