Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kolom Ekonomi Syariah: Ekonomi Pariwisata Religi

prof dr bambang setiaji Senin, 31 Maret 2025 - 04:30 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Ekonomi Pariwisata Religi
LANGIT7.ID-Lebaran dengan peristiwa utamanya “mudik” memiliki arti perputaran ekonomi yang penting. Mudik secara ekonomi merupakan hari hari remitansi, jika pada umumnya ekonomi daerah terserab ke kota besar di mana industri maju berada, mudik adalah peristiwa cash back, di mana para pekerja di sektor maju baik industri, jasa, dan pemerintahan, dan profesional pulang membawa remiten.

Tidak kalah besar adalah sektor informal perkotaan yang merupakan industri cangkang pedesaan di kota kota. Kota kota yang ramah sektor informal yang idealnya dibangun inklusif dengan pembangunan kota sehingga tidak saling mengganggu bahkan saling gusur, peran ekonomi nya dahsyat, terutama untuk manfaat ketenagakerjaan. Pembangunan kota yang inklusif sektor informal perlu disuarakan.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Welfare State Dalam Agama

Membangun desa bisa dilakukan dengan membangun sektor cangkangnya yaitu sektor informal di kota kota. Bagaimana mengingklusifkan tidak lain adalah memberi tempat yang baik – terhormat, merata tersebar di seluruh kota sebagaimana sifatnya menyediakan jasa murah mendekati konsumen. Sektor informal tidak bisa dikumpulkan. Tetapi diserap menyatu dalam tata ruang perkotaan dan dengan retribusi murah. Tata ruang yang benar benar serasi dengan kebutuhan fasilitas ekonomi rakyat. Bergerak dari bawah memperkuat fondasi ekonomi, jika bawah kuat maka industri akan kuat karena pasar atau partner yang seimbang.

Remitansi selama lebaran pada tahun 2024 hampir mendekati 200 triliun, dengan indikator penukaran uang baru Bank Indonesia. Pada 2025 pemudik turun 24 persen atau seperempat dari tahun lalu, sehubungan dengan melambatnya ekonomi akhir akhir ini, terutama di sektor informal perkotaan, industri padat karya yang mengalami gelombang PHK. Ke depan perencanaan pembangunan yang lebih kerakyatan perlu dipikirkan lebih teliti lebih terasa nuansanya sesuai dengan visi Presiden Baru.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Krisis Ekonomi dan Agama

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Rangkullah Para Aghniya

Ekonomi religi lain yang menyerap sumber ekonomi besar adalah umrah yang pada tahun 2024 mencapai 2 juta orang. Rata rata pengeluaran jamaah adalah 44.4 juta per orang, umrah dan haji diperkirakan menelan 200 Triliun devisa ke luar. Bagaimana membawa kembali devisa ini, remitansi devisa ? Sebenarnya bisa dilakukan yaitu dengan ikut melayani kebutuhan jamaah antara lain bernegosiasi dengan pemerintah Saudi untuk membangun akomodasi, konsumsi, dan menyediakan merchandise murah yang hendaknya bisa bersaing dengan China, atau dengan cerdas nebeng produksi China dan merebranding dengan misalnya Makkah dan Madinah.

Kreativitas adalah kata kunci dan janganlah melakukan business as usual. Kreatifitas komunikasi dana negosiasi dipandu oleh kepentingan ekonomi nasional hendaknya ditekankan kepada lembaga haji dan umrah yang baru. Semoga dengan dua contoh ekonomi religi di atas bisa terwujud di masa mendatang.(Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)