Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kolom Ekonomi Syariah: Rangkullah Para Aghniya

tim langit 7 Senin, 10 Maret 2025 - 04:30 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Rangkullah Para Aghniya
Prof.Dr. Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-Wacana sosial kita, terutama ummat, dipenuhi katakanlah kebencian terhadap orang orang kaya, menonjolkan misalnya analisis ketimpangan ekonomi, dengan alasan membela dhuafa dan sekitarnya. Minggu ini Presiden Prabowo menemui para aghniya, setelah dalam beberapa bulan melakukan retorika populis, mungkin terinsipirasi pidato – pidato besar seperti misalnya Bung Karno pada masanya. Situasi sudah berubah, dan katakanlah Pak Prabowo menyerah, memahami realitas.

Sekarang kita berada pada era di mana orang menjadi lebih pragmatis, over informasi, dalam memahami retorika tidak seresponsif pada masa lalu. Juga, era di mana orang tidak tahan membaca panjang, AI bisa dimintai tolong untuk meringkas gagasan seorang penulis besar, bahkan untuk meringkas sebuah website yang sudah ringkas. Era juga ternyata masyarakat tidak memerlukan omong besar, dan cenderung lebih kepada subtansi dan tindakan atau program.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Mendinamisir Ummat

Walhasil retorika dan juga program yang sangat populis berdampak kepada apa yang disebut respons pasar, yaitu, menurunnya beberapa indikator seperti kurs valuta, index saham, dan ditambah dengan gelombang PHK yang sangat memprihatinkan, terbongkarnya berbagai korupsi yang menggambarkan sistem yang by design masih banyak celah.

Tranparansi sekali lagi menjadi kunci agar perusahaan perusahaan BUMN yang melayani publik yang tentu saja harus berhubungan dengan para pengusaha besar dibuat secara terang terbuka dengan memanfaatkan teknologi sebagaimana misalnya gagasan Pak Ahok.

Agama sebenarnya tidak membeci orang kaya, tetapi mendekatinya untuk memiliki tanggung jawab sosial dan bahkan kenegaraan misalnya untuk ikut membiayai fasilitas umum, dan bahkan membiayai jihad atau pertahanan negara di mana sistem ekonomi dan usaha usaha dijalankan.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Oase Negara Tanpa Bank

Delapan sahabat aghniya dan bisnisnya antara lain, Abdurrahman Bin Auf, bidang perdagangan internasional dan investasi, Utsman bin Affan, bidang perdagangan internasional tekstil dan properti, Abu Bakar As Shidiq, bidang perdagangan dan pakaian, Zubair bin Awwam, bidang pertanian dan perdagangan, Thalhah bin Ubadillah, bidang perdagangan dan investasi, Sa,ad bin Abi Waqqash, bidang pertanaian dan perdagangan, Abdullah bin Jahsy bidang perdagangan dan industri, dan Abu Ubaidah bin AL Jarrah, bidang pertanian dan perdagangan.

Kedelapan sahabat mengggambarkan ekonomi agraris dan perdagangan, investasi, kapitalisme atau pasar sosial dan religius.
Tugas suci para aghinya adalah menciptakan lapangan pekerjaan pada berbagai posisi dari pekerja manual sampai direktur tertinggi, hal mana sangat dinanti nanti oleh rakyat banyak. Para Aghniya lah yang bisa memberi jutaan posisi kepada generasi millenial sampai generasi z dan generasi seterusnya, BUMN yang dirundung masalah, dan pemerintah sendiri dalam hal ini sangat terbatas.

Korupsi di sektor-sektor swasta besar jarang sekali terberitakan, dalam hal ini pemerintah harus lapang dada “berguru” kepada para pengusaha swasta khususnya akan dua hal, efisiensi dan penanganan korupsi. Bagaimanapun sistem di perusahaan swasta dirancang dengan lebih sedikit celah dan lebih akuntable.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Pemanfaatan Wakaf dan Efisiensi Anggaran Negara

Di samping jutaan lapangan pekerjaan pengusaha swasta harus duduk bersama dalam membangun negara dalam memecahklan berbagai masalah bangsa secara bersama. Setelah kebutuhan pribadi dan keluarga terlewati secara alami para aghniya harus diajak bicara sebagaimana Nabi SAW berhasil mendidik para agniya pada jamannya memikul tugas tugas suci.(*Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)