Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 31 Agustus 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kolom Ekonomi Syariah: Pemanfaatan Wakaf dan Efisiensi Anggaran Negara

tim langit 7 Senin, 17 Februari 2025 - 04:44 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Pemanfaatan Wakaf dan Efisiensi Anggaran Negara
Prof.Dr.Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-Efisiensi menjadi terminologi paling populer minggu minggu ini. Apa sumbangan agama dalam masalah efisiensi? Tentu saja konsep "mubazir" berkaitan efisiensi. Juga sikap korup yang masih mengakar dalam memandang uang negara, yaitu kecenderungan menghabiskan uang negara. Bahkan budaya ini ditemukan pada BUMN yang seharusnya menggunakan budaya bisnis yang akarnya adalah efisiensi. Mesin mesin dan berbagai teknologi diciptakan untuk meningkatkan efisiensi sehingga dalam waktu yang sama dapat diciptakan produk lebih banyak lebih presisi dan juga lebih cepat.

Bersyukur pemerintah sadar mengenai perlunya efisiensi. Budaya korupsi sangat dalam dan tidak semudah membalik telapak tangan.

Dalam kesempatan ini disamping budaya, yang dapat diderivasi dari ajaran agama "mubazir", kejujuran, dan anti korupsi (amanah). Wakaf juga memainkan peranan penting dalam efisiensi.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Menghormati Rakyat Sebagai Bagian Ekonomi Syariah

Masyarakat kita banyak sekali berwakaf, pada usia tua banyak masyarakat yang berpunya menyisihkan salah satu asetnya untuk diwakafkan. Hal ini bertujuan untuk bekal di akherat (dorongan religiusitas). Muhammadiyah dan NU berkembang berbasis wakaf ini. Namun dalam perjalanan keduanya kewalahan membiayai pembangunan aset terutama untuk tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan panti.

Sekolah sekolah berbasis wakaf merupakan pintu masuk efisiensi. Yaitu pemerintah cukup membiayai guru dan lab. Masyarakat mewakafkan tanah dan masyarakat lainnya berinfaq membiayai gedung melalui pungutan sekolah. SPP untuk sekolah swasta diijinkan regulasi.

Pemerintah sangat efisien karena tidak perlu lagi mengadakan tanah dan aset. Biaya yang besar juga perawatan. Data menunjukkan bahwa sekolah sekolah swasta lebih sedikit yang rusak dibanding sekolah negeri.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Pagar Laut, Barang Publik, dan Ekonomi Syariah

Keterbukaan dan kerjasama membangun negara antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci. Agama Jangan dilihat dari sisi negatif seperti kekuatiran ekstremitas, walaupun itu ada tetap merupakan minoritas dari 2 milyar muslim. Namun demikian semangat berkorban atau jihad harus tetap dipelihara dalam konteks pertahanan bersama rakyat yang lagi lagi berujung pada efisien karena anggaran persenjataan kita yang kurang. Kokam dan Banser sebaiknya klik dengan kemiliteran dan bela negara.

Sebagain besar pemeluk agama adalah moderat dan sangat banyak sisi untuk dikembangkan bersama dalam membangun bangsa. Antara lain potensi wakaf dalam persepektif efisiensi anggaran negara.(*Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 31 Agustus 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:57
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan