Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Guru Besar Unesa: Anak-anak Habiskan 5,9 Jam Sehari di Depan Layar Gawai

tim langit 7 Selasa, 29 Juli 2025 - 20:00 WIB
Guru Besar Unesa: Anak-anak Habiskan 5,9 Jam Sehari di Depan Layar Gawai
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Penelitian guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Nanik Indahwati dan tim pada 355 siswa SMP di Surabaya berusia antara 12-15 tahun 2024 menyebutkan, screen time berlebih bisa menyebabkan risiko kesehatan fisik atau motorik, dan emosi (negatif) atau mental anak.

Penelitian tersebut menghasilkan temuan yang patut menjadi perhatian bersama, baik semua orang tua, maupun guru atau pihak sekolah. Pasalnya, rata-rata waktu yang dihabiskan anak di depan layar mencapai 5,9 jam per hari.

Dalam seminggu, anak menggunakan 41,3 jam di depan layar gawai atau monitor mereka. Screen time lebih banyak digunakan pada malam hari (70,7%), lalu sore hari (21,1%), dan siang hari (7,3%). Sementara pagi hari karena sekolah dan aktivitas belajar aksesnya terbilang sedikit (0,8%).

“Sebanyak 91,5% gawai digunakan untuk bermedia sosial dan bermain games, hanya 8,5% yang menggunakannya untuk kepentingan belajar dan bekerja,” beber Nanik Indahwati.

Baca juga:Momen Haru Sus Rini Pamit ke Rayyanza untuk Rawat Ibu yang Sakit di Kampung

Semakin tinggi frekuensi dan durasi anak terpapar layar smartphone atau monitor, maka semakin buruk kondisi kesehatan mentalnya. Jika ditelusuri lebih dalam, aspek mental yang paling terasa dampaknya pada relasi sosial anak, aktivitas harian, dan well-being atau kesejahteraan psikis.

Karena screen time berlebih, anak berisiko mengalami gangguan kecemasan hingga depresi. Pun, berimbas pada masalah konsentrasi, dan impulsivitas atau kecenderungan anak mengambil keputusan yang tiba-tiba tanpa memikirkan akibat atau konsekuensinya.

Selain itu, anak jadi lupa waktu makan, dan jam atau pola tidurnya pun jadi berantakan. Pola makan dan tidur yang berantakan berpengaruh pada kondisi fisik, dan ketentraman emosi.Paparan layar yang berlebihan dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak, termasuk area yang berkaitan dengan daya pikir, dan kontrol emosi.

Anak jadi kurang beraktivitas fisik dan interaksi sosial langsung. Padahal, aktivitas fisik penting untuk pelepasan endorfin yang meningkatkan mood, serta mengurangi stres. Interaksi sosial langsung juga krusial untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, empati, dan regulasi emosi.

Cahaya biru pada layar mengganggu produksi melatonin, hormon tidur, yang menyebabkan gangguan pada ritme sirkadian tubuh. Tidur yang tidak berkualitas berdampak langsung pada regulasi emosi, konsentrasi, dan kemampuan anak mengatasi stres.

Mengingat dampak-dampak tersebut, penting bagi orang tua untuk membatasi screen time anak sesuai rekomendasi usia (misalnya, WHO merekomendasikan anak usia 2-4 tahun tidak lebih dari 1 jam sehari, dan anak usia 5-17 tahun tidak lebih dari 2 jam sehari), serta mendampingi dan memilih konten yang edukatif dan sesuai usia.

Mendorong aktivitas fisik dan interaksi sosial di dunia nyata juga sangat penting untuk kesehatan mental dan perkembangan anak secara menyeluruh. Peran sekolah dan orang tua menjadi kunci selain di aspek pendampingan, juga edukasi dan mengajak mereka rutin beraktivitas fisik atau olahraga

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)