LANGIT7.ID-Jakarta; WHO mengumumkan program vaksinasi polio massal akan kembali dilaksanakan di Gaza pada hari Sabtu, dengan target hampir 600.000 anak, setelah virus ini kembali terdeteksi di wilayah Palestina yang dilanda perang.
Badan kesehatan PBB menyatakan tidak ada kasus polio baru yang dilaporkan sejak seorang anak berusia 10 bulan mengalami kelumpuhan di Gaza pada Agustus lalu.
Namun, WHO mengonfirmasi virus polio kembali ditemukan dalam sampel air limbah yang diambil di Jalur Gaza pada Desember dan Januari, "menandakan virus masih beredar di lingkungan dan membahayakan kesehatan anak-anak."
Baca juga: Mesir Tegaskan Pembangunan Kembali Gaza Tanpa Pengusiran Warga Palestina"Keberadaan virus ini masih berisiko bagi anak-anak dengan kekebalan tubuh rendah atau tanpa kekebalan, baik di Gaza maupun di seluruh wilayah."
Kampanye vaksinasi baru akan berlangsung dari 22 hingga 26 Februari, dengan target mencapai lebih dari 591.000 anak dengan vaksin polio oral, demikian pernyataan WHO.
Tujuannya adalah menjangkau semua anak di bawah 10 tahun, termasuk yang sebelumnya terlewat, "untuk menutup kesenjangan kekebalan dan mengakhiri wabah," tambah WHO, yang juga merencanakan putaran vaksinasi berikutnya pada April.
Virus polio, yang paling sering menyebar melalui limbah dan air yang terkontaminasi, sangat menular dan berpotensi fatal.
Penyakit ini dapat menyebabkan kelainan bentuk dan kelumpuhan, terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.
Setelah kasus Agustus dilaporkan, gencatan senjata singkat dalam perang Israel melawan Hamas di Gaza disepakati untuk memungkinkan dua putaran vaksinasi di wilayah tersebut pada September dan Oktober.
Putaran vaksinasi tersebut mencapai lebih dari 95 persen dari anak-anak yang ditargetkan, menurut WHO.
Namun WHO memperingatkan beberapa daerah di utara, termasuk Jabalia, Beit Lahiya dan Beit Hanoun, tidak dapat diakses untuk putaran vaksinasi kedua.
Akibatnya sekitar 7.000 anak belum menerima dosis kedua yang diperlukan.
Baca juga: Presiden UEA Tegas Menolak Pengusiran Warga Palestina saat Bertemu Menlu ASGencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari "berarti petugas kesehatan memiliki akses yang jauh lebih baik sekarang," kata WHO.
Badan kesehatan ini menekankan bahwa "kelompok individu dengan kekebalan rendah atau tanpa kekebalan memberikan kesempatan virus untuk terus menyebar dan berpotensi menyebabkan penyakit."
"Kondisi lingkungan saat ini di Gaza, termasuk kepadatan di tempat penampungan dan kerusakan parah pada infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan, yang memfasilitasi penularan fekal-oral, menciptakan kondisi ideal untuk penyebaran virus polio lebih lanjut," peringat WHO.
WHO juga memperingatkan pergerakan orang-orang setelah gencatan senjata saat ini bisa membantu penyebaran virus.
WHO menegaskan tidak ada risiko memberi vaksin kepada anak lebih dari satu kali.
"Setiap dosis memberikan perlindungan tambahan yang diperlukan selama wabah polio aktif."
(lam)