Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 11 Februari 2026
home global news detail berita

Puluhan Aktor dan Aktris Dunia Desak Israel Hentikan Serangan terhadap Rumah Sakit di Gaza

tim langit 7 Selasa, 13 Januari 2026 - 09:19 WIB
Puluhan Aktor dan Aktris Dunia Desak Israel Hentikan Serangan terhadap Rumah Sakit di Gaza
LANGIT7.ID-Jakarta; Puluhan seniman papan atas, mulai dari Cynthia Nixon, Mark Ruffalo, hingga Ilana Glazer, baru saja bergabung dengan para dokter, tokoh hak asasi manusia, dan organisasi kemanusiaan untuk menyuarakan satu tuntutan penting: pemulihan segera layanan medis di Gaza. Tuntutan ini disampaikan lewat sebuah surat terbuka yang ditujukan untuk pemerintah Israel dan para pemimpin dunia.

"Serangan sistematis Israel terhadap rumah sakit dan blokade ilegal yang mereka lakukan telah melumpuhkan sistem kesehatan Gaza," tulis surat tersebut, yang dibagikan secara eksklusif kepada The Guardian. "Lewat kebijakan dan aktivitas militernya, pemerintah Israel secara sengaja menciptakan kondisi hidup yang dirancang untuk menghancurkan warga Palestina di Gaza, lalu menutup akses bantuan yang sebenarnya bisa menyelamatkan nyawa mereka."

Penandatangan pertama dalam surat yang dirilis Senin tersebut adalah ibu dari Hind Rajab, bocah perempuan berusia lima tahun asal Kota Gaza yang tewas akibat tembakan militer Israel pada Januari 2024. Hind meninggal saat sedang menunggu tim paramedis Palestina, namun ambulans yang mencoba menjemputnya justru dibombardir. Kisah tragis ini diabadikan dalam film terbaru sutradara Tunisia, Kaouther Ben Hania, berjudul The Voice of Hind Rajab, yang masuk dalam daftar pendek (shortlist) nominasi Piala Oscar.

"Hind Rajab meninggal bukan karena bantuan tidak mungkin diberikan, tapi karena bantuan itu dilarang masuk," ungkap Ben Hania dalam pernyataannya kepada The Guardian. Ben Hania bergabung dengan ibu Hind, Wesam Hamada, untuk menandatangani surat yang disusun oleh koalisi organisasi nirlaba tersebut.

Nama-nama beken lainnya yang ikut meneken surat ini antara lain Brian Eno, Rosie O’Donnell, dan Morgan Spector. Organisasi Israel B’Tselem dan Physicians for Human Rights juga ikut bergabung. Rencananya, surat ini akan dipresentasikan kepada para pemimpin Inggris dan Uni Eropa dalam pertemuan parlemen pada Selasa dan Rabu minggu ini.

Surat tersebut mendesak adanya "akses kemanusiaan yang segera, tanpa syarat, tanpa hambatan, dan berkelanjutan ke Palestina," termasuk izin masuk bagi tenaga medis dan personel kemanusiaan.

Baru-baru ini, Israel melarang puluhan lembaga bantuan untuk beroperasi di Gaza dan Tepi Barat, termasuk Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Lintas Batas. Alasannya karena lembaga-lembaga ini dianggap tidak memenuhi syarat pendaftaran yang rumit—syarat yang menurut kelompok bantuan justru akan membahayakan staf mereka. Padahal, MSF sendiri menyokong satu dari lima tempat tidur rumah sakit di Gaza dan membantu sepertiga ibu yang melahirkan di sana.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB memperkirakan sekitar 94% rumah sakit di Gaza telah rusak atau hancur sejak serangan Israel dimulai pada 2023. Setidaknya 1.722 tenaga kesehatan telah tewas oleh militer Israel selama dua tahun perang. Banyak peralatan medis dasar, bahkan kursi roda dan alat bantu jalan, dilarang masuk.

Panel ahli PBB bahkan sampai menyebut serangan Israel terhadap sektor kesehatan dan para pekerjanya sebagai "medicide"—penghancuran sistematis terhadap sistem kesehatan Gaza sebagai bagian dari kampanye lebih besar terhadap warga Palestina yang disebut para ahli hukum sebagai genosida.

Di sisi lain, militer Israel mengeluarkan pernyataan bantahan. Mereka menyebut klaim bahwa pasukan IDF sengaja menghalangi tim medis untuk merawat warga sipil adalah "sama sekali tidak berdasar," baik di Jalur Gaza maupun di wilayah Yudea dan Samaria (istilah pemerintah Israel untuk Tepi Barat). "IDF mengakui pentingnya perlindungan khusus bagi tim medis di bawah hukum humaniter internasional dan mengambil tindakan untuk mencegah kerugian bagi mereka," lanjut pernyataan tersebut.

Surat dari para seniman ini meminta pemimpin dunia mengambil "tindakan segera" untuk memulihkan akses medis bagi pasien di Gaza dan Tepi Barat, di mana pembatasan pergerakan yang kian ketat telah menghambat akses kesehatan.

Hingga Desember lalu, MSF memperkirakan lebih dari 18.500 warga Palestina menunggu evakuasi medis dari Gaza. Lembaga kemanusiaan tersebut menyatakan setidaknya 1.000 orang telah meninggal dunia saat menunggu perawatan.

Dr. Thaer Gazawneh, seorang dokter darurat asal Chicago yang ikut menandatangani surat tersebut, meyakini bahwa pembatasan oleh Israel sengaja dirancang untuk mengusir warga Palestina dari Gaza.

"Mereka membuat kondisi hidup di Gaza begitu tak tertahankan sehingga orang-orang akan dipaksa untuk mengungsi lagi."

Gazawneh yang menjadi relawan di Tepi Barat menceritakan betapa sulitnya mengerahkan tim penolong darurat karena adanya pos pemeriksaan Israel dan ancaman penangkapan sewenang-wenang. Menurut LSM Healthcare Workers Watch, setidaknya 384 tenaga medis telah ditahan secara ilegal oleh militer Israel.

"Tuntutan untuk akses medis ini sangat mendesak karena obat-obatan dan perawatan adalah standar kemanusiaan paling dasar. Ketika hal itu diblokir, setiap orang di planet ini berisiko diperlakukan dengan cara yang sama: dianggap kurang dari manusia," kata Ilana Glazer kepada The Guardian. Komedian dan aktor Yahudi asal New York yang populer lewat serial Broad City ini memang dikenal vokal mengkritik perang Israel di Gaza. Sebelumnya, ia juga menandatangani surat bersama 150 pekerja kreatif Yahudi yang menyerukan gencatan senjata dan pemulangan sandera dengan aman.

Bagi ibu Hind, isu akses medis ini terasa sangat personal karena putrinya pernah bercita-cita menjadi dokter.

"Hind tidak pernah membeli mainan atau boneka biasa seperti anak-anak lain. Dia selalu memilih mainan dokter: stetoskop, suntikan plastik, dan kotak P3K kecil. Dia akan merawat boneka-bonekanya, mengelus mereka, dan berjanji bahwa semuanya akan baik-baik saja," kenang Hamada.

"Kini impian Hind bukan lagi untuk menjadi dokter, melainkan agar anak-anak Gaza bisa menemukan dokter, rumah sakit, obat-obatan, dan keselamatan."

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 11 Februari 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
12:10
Ashar
15:25
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan