Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home global news detail berita

5 Tausiah MUI Sambut Idul Fitri 1443 Hijriah

fajar adhitya Sabtu, 30 April 2022 - 06:00 WIB
5 Tausiah MUI Sambut Idul Fitri 1443 Hijriah
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merilis tausiah menyambut Idul fitri 1443 Hijriah. Secara umum, tausiah yang disampaikan Ketua MUI, KH Cholil Nafis ini mengajak umat Islam merayakan hari kemenangan dengan suka cita, menjalin silaturahmi serta senantiasa menjaga protokol kesehatan.

Tausiah ini terdiri dari lima poin yang berisi tentang rasa syukur dalam menyambut hari lebaran, lalu mengoptimalkan pembayaran zakat, infaq, dan sedekah. Ketiga, pentingnya menjalin tali silaturahmi, diikuti dengan tausiah tentang mudik lebaran, dan terakhir mempertebal keimanan.

Berikut lima poin tausiah MUI:

Pertama, seluruh umat Islam dan rakyat Indonesia hendaknya penuh syukur dalam menyambut hari raya Idul Fitri tahun ini dikarenakan pandemi Covid 19 menunjukkan trend yang melandai. Shalat Tarawih berjamaah di masjid dan mushalla, berbuka puasa bersama sanak saudara dan kolega selama Ramadhan, serta Shalat Id berjamaah, silaturahim dan Halal Bi Halal di tempat publik dalam merayakan hari raya Idul Fitri nanti hampir kembali dapat diselenggarakan dalam situasi normal.

Hal tersebut tidak terlepas dari kontribusi semua pihak yang telah melakukan ikhtiar samawi berupa doa dan muhasabah ruhaniyah serta ikhtiar ardhi secara maksimal berupa kedisiplinan pada protokol kesehatan dan vaksinasi. Meski demikian, pandemi Covid 19 belum sepenuhnya berakhir.

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Berat Badan Setelah Lebaran

Maka, MUI mengimbau seluruh pihak agar dalam merayakan Idul Fitri di ruang publik tetap menjaga disiplin protokol kesehatan sebagaimana panduan fatwa MUI serta aturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti memakai masker, menjaga jarak kerumunan, dan melaksanakan vaksinasi anti Covid-19 bagi yang belum melaksanakannya.

Kedua, mengimbau seluruh umat Islam khususnya yang masuk kategori mampu (aghniya) agar mengoptimalkan pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui lembaga yang memiliki otoritas dan kredibilitas agar manfaat zakat, infak, dan sedekah terasakan lebih fokus namun tetap meluas serta produktif bagi mereka yang berhak menerimanya (mustahik).

Kewajiban menunaikan zakat di bulan Ramadhan adalah ibadah mahdhah sekaligus ibadah sosial karena menjadi perekat sosial bagi masyarakat yang berhak dan membutuhkannya khususnya akibat terdampak pandemi Covid 19 secara ekonomi.

Ketiga, mari maksimalkan kesyahduan perayaan hari raya Idul Fitri sebagai momen silaturahim akbar secara khusyuk dan produktif. Kumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid secara massif penuh khusyuk. Hangatkan silaturahmi dan Halal Bi Halal sebagai ungkapan tulus ikhlas untuk saling maaf memaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan dengan penuh kasih sayang dan kedamaian.

Baca Juga: Muhammadiyah Putuskan 1 Syawal Tanggal 2 Mei

Semua pihak hendaknya tidak mengurangi kekhusyukan perayaan Hari Raya Idul Fitri dengan perilaku penggunaan harta secara berlebihan (isrâf), terlarut dalam kemubaziran (tabdzîr), dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Maka, di bulan Syawal hendaknya umat Islam semakin menggalakkan tuntunan puasa sunnah enam hari Syawal agar tetap terjaga dan tetap meningkatnya spirit khusyuk Ramadhan dan Syawwal.

Keempat, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sedunia, mudik lebaran berupa tradisi gelombang migrasi besar-besaran sebuah masyarakat dalam satu waktu tertentu termasuk fenomena budaya yang terus terjadi setiap tahun. Tidak semua negara di belahan dunia memilikinya.

Oleh karenanya Indonesia menjadi perhatian dunia. Tradisi mudik Lebaran memiliki multi-efek berupa ekonomi, budaya, hingga keagamaan. Pemerintah wajib memfasilitasi penyelenggaraan perjalanan arus mudik dan arus balik lebaran dengan fasilitas infrastruktur layak dan sistem keamanan maksimal.

Penyedia transportasi massal hendaknya menjamin kelayakan moda transportasi massalnya serta tidak menaikkan tarif transportasi yang menyusahkan penggunanya. Semua pihak hendaknya juga tetap mematuhi peraturan lalu lintas, dengan mengimplementasikan akhlakul karimah di jalan raya dengan tetap saling tenggang rasa dan saling menghormati terhadap sesama pengguna jalan raya agar terhindar dari hal yang kontraproduktif dengan kebahagiaan berhari raya.

Baca Juga: Kapolri Sebut Program Mudik Gratis Dapat Mencegah Kemacetan

Terakhir, semua pihak memaksimalkan momentum perayaan hari raya Idul Fitri tahun ini untuk semakin mempertebal spirit keislaman sekaligus mental kebangsaan sebagai dua dimensi yang saling menguatkan dengan meningkatkan rasa saling menyayangi (tarahum) dan berbagi kebahagiaan terhadap sesama sanak saudara, kerabat, dan handai taulan tanpa tersekat perbedaan agama, suku, dan bangsa. Dengan demikian Idul Fitri menjadi spirit kembali ke fitrah diri (fithrah syakhshiyah), fitrah sosial (fithrah ijtima’iyah), dan fitrah kebangsaan (fithrah wathaniyah).

Inilah implementasi Islam sebagai rahmat seluruh alam (rahmatan lil alamin). Sebagaimana disaksikan bersama, pada Idul Fitri tahun ini di beberapa wilayah negara dan kawasan dunia masih terjadi kejahatan kemanusiaan berupa peperangan dan penindasan. MUI meminta agar seluruh pihak yang bertikai dapat mendinginkan suasana dan mengedepankan perdamaian sebagai bahasa kemanusiaan yang universal.

MUI juga meminta agar PBB bersikap tegas dan adil dalam upaya menghentikan segala bentuk penjajahan dan penindasan serta menjamin terpenuhinya hak asasi manusia khususnya umat muslim di kawasan krisis keselamatan dan keamanan sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan Idul Fitri. MUI juga mengimbau kepada umat Islam Indonesia dan dunia untuk membacakan Qunut Nazilah agar peperangan dan kekerasan yang menimpa umat Islam di seluruh dunia segera berhenti demi terwujudnya kedamaian dan harmoni kehidupan.

Baca Juga: Antropolog UGM: Tradisi Mudik Muncul di Era 1970-an

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)