Waspada Microsleep saat Berkendara, Ini Penyebab dan Pencegahannya
Ummu hani
Ahad, 01 Mei 2022 - 08:03 WIB
Ilustrasi seorang laki-laki yang mengalami microsleep saat berkendara. Foto: Langit7/iStock
Tradisi mudik Lebaran akhirnya dimulai kembali setelah dua tahun masyarakat Tanah Air dibatasi mobilitasnya akibat pandemi Covid-19. Menurut survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hampir sebagian besar masyarakat akan pergi ke kampung halaman menggunakan jalur darat, salah satunya mobil pribadi.
Bagi Anda salah satu pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, pastikan fisik dalam kondisi prima supaya perjalanan aman dan lancar. Terutama bagi pengemudi, penuhi kecukupan tidur untuk menghindari risiko microsleep saat berkendara.
Baca juga: Waspadai Microsleep saat Mudik, Ini Cara Mencegahnya
Lantas apa itu microsleep?
Melansir dari Webmd, microsleep merupakan periode tidur yang berlangsung selama beberapa detik. Dalam situasi ini, biasanya seseorang tertidur tanpa menyadarinya. Otak seseorang dapat beralih dengan cepat antara tertidur dan terjaga.
Adapun salah satu penyebab microsleep adalah kurang tidur dan biasa terjadi pada seseorang yang menderita insomnia. Selain itu, faktor lain dari microsleep berasal dari kondisi fisik seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi, kegemukan, depresi, apnea tidur, dan diabetes.
Kondisi ini menurunkan kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, dan respons otak. Ada beberapa gejala microsleep saat berkendara, yakni tatapan kosong, sering menguap, mengalami hentakan tubuh tiba-tiba, hingga tidak dapat menanggapi informasi dengan baik.
Bagi Anda salah satu pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, pastikan fisik dalam kondisi prima supaya perjalanan aman dan lancar. Terutama bagi pengemudi, penuhi kecukupan tidur untuk menghindari risiko microsleep saat berkendara.
Baca juga: Waspadai Microsleep saat Mudik, Ini Cara Mencegahnya
Lantas apa itu microsleep?
Melansir dari Webmd, microsleep merupakan periode tidur yang berlangsung selama beberapa detik. Dalam situasi ini, biasanya seseorang tertidur tanpa menyadarinya. Otak seseorang dapat beralih dengan cepat antara tertidur dan terjaga.
Adapun salah satu penyebab microsleep adalah kurang tidur dan biasa terjadi pada seseorang yang menderita insomnia. Selain itu, faktor lain dari microsleep berasal dari kondisi fisik seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi, kegemukan, depresi, apnea tidur, dan diabetes.
Kondisi ini menurunkan kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, dan respons otak. Ada beberapa gejala microsleep saat berkendara, yakni tatapan kosong, sering menguap, mengalami hentakan tubuh tiba-tiba, hingga tidak dapat menanggapi informasi dengan baik.