LANGIT7.ID, Jakarta -
Pemudik yang berkendara jarak jauh diminta mewaspadai microsleep. Masyarakat harus tahu tanda-tandanya dan cara mencegah kondisi tersebut agar tidak berbahaya.
Dosen disaster dan emergency Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Agung Wijaya mengatakan, microsleep, yang sering menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan jalan raya.
"Penyebabnya karena kelelahan luar biasa dan menyebabkan seseorang tidur singkat, tiba-tiba sudah sekian detik hilang kesadaran," kata Agung dalam siaran persnya, Jumat (29/4/2022).
Baca Juga: Mudik Aman dan Sehat Lewat Aplikasi InaRiskMenurut dia, kondisi seperti ini dapat berulang meskipun sudah melakukan istirahat beberapa menit. Hal ini berbeda dengan kondisi tidur pada umumnya.
"Microsleep memiliki tanda salah satunya pandangan terlihat kosong saat mengemudi di area yang lengan atau jalan tol, cukup lambat dalam merespon informasi atau komunikasi dengan sekitar," katanya.
Gangguan ini juga menyebabkan seseorang tidak mengingat informasi dan tindakan beberapa menit terakhir.
Agung menambahkan bahwa tanda-tanda lain adalah perih pada mata, berkendara menjadi tidak stabil dan kendaraan berjalan zig-zag atau condong ke satu arah dengan pelan, lambat dalam bereaksi, kesulitan mengingat dan mengemudi dengan kecepatan yang berubah-ubah.
"Saat mengalami microsleep kondisi tidur yang dialami tidak hanya alam kondisi mata terpejam, tetapi bisa juga terjadi dengan kondisi mata terbuka," katanya.
Menurut Agung kondisi microsleep dapat dicegah dengan cara pola tidur yang baik dan asupan nutrisi yang baik pula. Jangan berkendara dengan kondisi yang lelah ataupun sakit.
Riset telah membuktikan dengan istirahat dan tidur sejenak 10 menit atau lebih, dapat mengurangi resiko kecelakaan yang diakibatkan oleh kelelahan.
(bal)