LANGIT7.ID - , Jakarta - Tradisi mudik Lebaran akhirnya dimulai kembali setelah dua tahun masyarakat Tanah Air dibatasi mobilitasnya akibat pandemi Covid-19. Menurut survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hampir sebagian besar masyarakat akan pergi ke kampung halaman menggunakan jalur darat, salah satunya mobil pribadi.
Bagi Anda salah satu pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, pastikan fisik dalam kondisi prima supaya perjalanan aman dan lancar. Terutama bagi pengemudi, penuhi kecukupan tidur untuk menghindari risiko
microsleep saat berkendara.
Baca juga: Waspadai Microsleep saat Mudik, Ini Cara MencegahnyaLantas apa itu microsleep?Melansir dari Webmd,
microsleep merupakan periode tidur yang berlangsung selama beberapa detik. Dalam situasi ini, biasanya seseorang tertidur tanpa menyadarinya. Otak seseorang dapat beralih dengan cepat antara tertidur dan terjaga.
Adapun salah satu penyebab
microsleep adalah kurang tidur dan biasa terjadi pada seseorang yang menderita insomnia. Selain itu, faktor lain dari
microsleep berasal dari kondisi fisik seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi, kegemukan, depresi, apnea tidur, dan diabetes.
Kondisi ini menurunkan kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, dan respons otak. Ada beberapa gejala
microsleep saat berkendara, yakni tatapan kosong, sering menguap, mengalami hentakan tubuh tiba-tiba, hingga tidak dapat menanggapi informasi dengan baik.
Tentunya ini sangat membahayakan pengendara. Sebab itu, guna menghindari risiko kecelakaan akibat
microsleep, segera tepikan kendaraan atau berhenti di
rest area terdekat untuk sempatkan tidur meski hanya 20 hingga 30 menit.
Baca juga: Ini Tips Berkendara Jarak Jauh agar Mudik LancarSelain itu, ada sejumlah cara untuk mencegah
microsleep. Jangan berkendara sendirian dalam jarak jauh. Ajak kerabat untuk menemani Anda saat dalam perjalanan jauh.
Sebelum melakukan perjalanan, cukupkan durasi tidur Anda. Konsumsi makanan atau minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh untuk menunda rasa ngantuk.
(est)