Awalnya Tukang Cuci Piring, Kini Punya Restoran Padang Hingga Malaysia
Mahmuda attar hussein
Ahad, 01 Agustus 2021 - 13:29 WIB
Menu masakan Padang yang nikmat dan disukai semua kalangan. Foto: instagram restoran sederhana
– Siapa yang tidak suka dengan hidangan makanan ala Padang. Menu kuliner ini identik dengan santan dan sambal ijo. Masakan Padang mampu memanjakan lidah para penikmatnya.
Dari sekian banyak rumah makan dan restoran yang menyajikan masakan Padang, ada satu yang paling menonjol, yaitu Restoran Sederhana. Dengan logo berbentuk atap Rumah Gadang ala masyarakat Minang, Restoran Sederhana kini memiliki banyak cabang hampir di seluruh daerah di Indonesia, bahkan kini cabangnya sudah sampai ke Malaysia.
Manajemen yang diterapkan Bustaman, pemilik Restoran Sederhana ini juga cukup unik. Ia menerapkan konsep naik bersama dan tumbuh bersama.
Di mana pada awalnya restoran ini dibuka, ia menjadikan karyawannya sebagai mitra perusahaan. Sebagai gambaran, dari 100 persen keuntungan, 50 persennya diberikan kepada karyawan. Sementara Bustaman mendapatkan sisanya, atau 15 persen dari bagi hasil kepada investor apabila terdapat penyumbang dana.
Perhitungannya pun berbeda-beda. Karyawan akan diberikan pembayaran disesuaikan dengan tugas pokok spesifik masing-masing, yang dikalkulasikan dengan laba bersih setiap per dua bulan saat pembukuan.
Sehingga, setiap karyawan Restoran Sederhana memiliki mental sebagai seorang pebisnis. Di mana sebagai mitra, mereka akan tergerak untuk melakukan kontrol internal terhadap karyawan yang melakukan kecurangan untuk menghindari kerugian.
Dari sini, karyawan akan termotivasi untuk semangat bekerja. Bukan hanya mengharapkan gaji bulanan, tapi juga memiliki hasrat untuk memajukan perkembangan restoran.
Dari sekian banyak rumah makan dan restoran yang menyajikan masakan Padang, ada satu yang paling menonjol, yaitu Restoran Sederhana. Dengan logo berbentuk atap Rumah Gadang ala masyarakat Minang, Restoran Sederhana kini memiliki banyak cabang hampir di seluruh daerah di Indonesia, bahkan kini cabangnya sudah sampai ke Malaysia.
Manajemen yang diterapkan Bustaman, pemilik Restoran Sederhana ini juga cukup unik. Ia menerapkan konsep naik bersama dan tumbuh bersama.
Di mana pada awalnya restoran ini dibuka, ia menjadikan karyawannya sebagai mitra perusahaan. Sebagai gambaran, dari 100 persen keuntungan, 50 persennya diberikan kepada karyawan. Sementara Bustaman mendapatkan sisanya, atau 15 persen dari bagi hasil kepada investor apabila terdapat penyumbang dana.
Perhitungannya pun berbeda-beda. Karyawan akan diberikan pembayaran disesuaikan dengan tugas pokok spesifik masing-masing, yang dikalkulasikan dengan laba bersih setiap per dua bulan saat pembukuan.
Sehingga, setiap karyawan Restoran Sederhana memiliki mental sebagai seorang pebisnis. Di mana sebagai mitra, mereka akan tergerak untuk melakukan kontrol internal terhadap karyawan yang melakukan kecurangan untuk menghindari kerugian.
Dari sini, karyawan akan termotivasi untuk semangat bekerja. Bukan hanya mengharapkan gaji bulanan, tapi juga memiliki hasrat untuk memajukan perkembangan restoran.