Gus Baha: Bersyukurlah kalau Punya Istri Suka Ngomel-Ngomel
Muhajirin
Ahad, 08 Mei 2022 - 20:05 WIB
Pendakwah Gus Baha. (Foto: Istimewa).
KH Ahmad Bahauddin (Gus Baha) menilai seorang suami harus bersyukur jika punya istri suka ngomel-ngomel. Sebab bersyukur salah satu cara untuk menikmati hidup.
Istri suka ngomel-ngomel merupakan ladang pahala bagi seorang suami. Sang suami akan mendapatkan pahala syukur dan sabar jika mampu memaksimalkan keadaan tersebut.
"Jika Anda menjadi seorang laki-laki yang dimarahi istri terus, itu bagus. Satu-satunya pahala yang bisa kamu dapatkan itu dari sabar, sudah itu menjadi jalur jadi wali, lewat jalur dimarahi istri," kata Gus BAha dalam cerahamnya berjudul 'Yang Terbaik adalah Pilihan Allah', dikutip Ahad (8/5/2022).
Baca Juga: Gus Baha: Alquran jadi Solusi Sampai Hari Kiamat
Maka itu, seorang suami harus bertawakal kepada Allah. Artinya, umat Islam hana perlu beribadah, berdoa, dan melakukan ikhtiar. Tawakal menjadi salah satu senjata untuk melapangkan dada dan membuat hati tentram dalam menghadapi ragam masalah.
"Bapak saya dulu memberi contoh begini, dulu mobil mewah itu BMW, ada orang punya mobil mewah BMW, kita ikut mikir, itu pajaknya berapa, kalau bannya rusak gantinya berapa, spionnya berapa. Lho tidak memiliki kok ikut mikir? itu bodoh atau tidak? bodoh kan!," ucap Gus Baha.
Gus menyebut analogi tersebut merupakan perumpamaan bagi dunia ini. Dunia milik Allah, maka manusia tak perlu ikut memikirkannya.
Istri suka ngomel-ngomel merupakan ladang pahala bagi seorang suami. Sang suami akan mendapatkan pahala syukur dan sabar jika mampu memaksimalkan keadaan tersebut.
"Jika Anda menjadi seorang laki-laki yang dimarahi istri terus, itu bagus. Satu-satunya pahala yang bisa kamu dapatkan itu dari sabar, sudah itu menjadi jalur jadi wali, lewat jalur dimarahi istri," kata Gus BAha dalam cerahamnya berjudul 'Yang Terbaik adalah Pilihan Allah', dikutip Ahad (8/5/2022).
Baca Juga: Gus Baha: Alquran jadi Solusi Sampai Hari Kiamat
Maka itu, seorang suami harus bertawakal kepada Allah. Artinya, umat Islam hana perlu beribadah, berdoa, dan melakukan ikhtiar. Tawakal menjadi salah satu senjata untuk melapangkan dada dan membuat hati tentram dalam menghadapi ragam masalah.
"Bapak saya dulu memberi contoh begini, dulu mobil mewah itu BMW, ada orang punya mobil mewah BMW, kita ikut mikir, itu pajaknya berapa, kalau bannya rusak gantinya berapa, spionnya berapa. Lho tidak memiliki kok ikut mikir? itu bodoh atau tidak? bodoh kan!," ucap Gus Baha.
Gus menyebut analogi tersebut merupakan perumpamaan bagi dunia ini. Dunia milik Allah, maka manusia tak perlu ikut memikirkannya.