Cara Pesepakbola Muslimah Lawan Larangan Hijab di Prancis
Muhajirin
Kamis, 12 Mei 2022 - 15:02 WIB
Para pesepakbola Muslimah di Prancis yang tergabung dalam Les Hijabeuses (foto: viewsfrance)
Federasi Sepakbola Prancis melarang wanita berhijab berkompetisi dalam pertandingan sepakbola, meskipun FIFA mengizinkan. Itu yang membuat sekelompok pesepakbola muslimah melawan aturan diskriminatif tersebut. Salah satu di antaranya adalah Mama Diakité.
Suatu ketika, Diakité berangkat bersama klub amatirnya ke Sarcelles, pinggiran utara Paris untuk menghadapi klub lokal. Dia merupakan seorang gelandang muslimah berusia 23 tahun. Dia sempat khawatir bakal dilarang bermain dalam laga tersebut.
Namun, wasit tidak melarang Diakité untuk bermain. "Berhasil," katanya di akhir pertandingan, melansir The New York Times, Kamis (12/5/2022).
Diakité mulai bermain sepak bola pada usia 12 tahun. Dia sudah memutuskan mengenakan hijab pada 2018 silam. Dia memiliki potensi besar untuk berlaga di klub-klub besar. Namun, aturan tersebut menghambat cita-citanya.
Diakité perlahan melepas impian menjadi pesepakbola profesional. Dia ingin banting setir membuka sekolah mengemudi. Meski saat ini, dia masih membela klub divisi tiga. "Tidak menyesal, entah saya diterima apa adanya, atau tidak. Itu saja," katanya.
Baca Juga: Jurnalis Muslimah: Tindakan Prancis Larang Hijab di Olahraga, Keji dan Berbahaya
Suatu ketika, Diakité berangkat bersama klub amatirnya ke Sarcelles, pinggiran utara Paris untuk menghadapi klub lokal. Dia merupakan seorang gelandang muslimah berusia 23 tahun. Dia sempat khawatir bakal dilarang bermain dalam laga tersebut.
Namun, wasit tidak melarang Diakité untuk bermain. "Berhasil," katanya di akhir pertandingan, melansir The New York Times, Kamis (12/5/2022).
Diakité mulai bermain sepak bola pada usia 12 tahun. Dia sudah memutuskan mengenakan hijab pada 2018 silam. Dia memiliki potensi besar untuk berlaga di klub-klub besar. Namun, aturan tersebut menghambat cita-citanya.
Diakité perlahan melepas impian menjadi pesepakbola profesional. Dia ingin banting setir membuka sekolah mengemudi. Meski saat ini, dia masih membela klub divisi tiga. "Tidak menyesal, entah saya diterima apa adanya, atau tidak. Itu saja," katanya.
Baca Juga: Jurnalis Muslimah: Tindakan Prancis Larang Hijab di Olahraga, Keji dan Berbahaya