Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home sports detail berita

Cara Pesepakbola Muslimah Lawan Larangan Hijab di Prancis

Muhajirin Kamis, 12 Mei 2022 - 15:02 WIB
Cara Pesepakbola Muslimah Lawan Larangan Hijab di Prancis
Para pesepakbola Muslimah di Prancis yang tergabung dalam Les Hijabeuses (foto: viewsfrance)
LANGIT7.ID, Paris - Federasi Sepakbola Prancis melarang wanita berhijab berkompetisi dalam pertandingan sepakbola, meskipun FIFA mengizinkan. Itu yang membuat sekelompok pesepakbola muslimah melawan aturan diskriminatif tersebut. Salah satu di antaranya adalah Mama Diakité.

Suatu ketika, Diakité berangkat bersama klub amatirnya ke Sarcelles, pinggiran utara Paris untuk menghadapi klub lokal. Dia merupakan seorang gelandang muslimah berusia 23 tahun. Dia sempat khawatir bakal dilarang bermain dalam laga tersebut.

Namun, wasit tidak melarang Diakité untuk bermain. "Berhasil," katanya di akhir pertandingan, melansir The New York Times, Kamis (12/5/2022).

Diakité mulai bermain sepak bola pada usia 12 tahun. Dia sudah memutuskan mengenakan hijab pada 2018 silam. Dia memiliki potensi besar untuk berlaga di klub-klub besar. Namun, aturan tersebut menghambat cita-citanya.

Diakité perlahan melepas impian menjadi pesepakbola profesional. Dia ingin banting setir membuka sekolah mengemudi. Meski saat ini, dia masih membela klub divisi tiga. "Tidak menyesal, entah saya diterima apa adanya, atau tidak. Itu saja," katanya.

Baca Juga: Jurnalis Muslimah: Tindakan Prancis Larang Hijab di Olahraga, Keji dan Berbahaya

Selama bertahun-tahun, federasi sepakbola Prancis telah melarang pesepakbola mengenakan simbol agama yang mencolok, seperti Jilbab. Meski aturan itu sedikit longgar untuk klub sepakbola amatir, tapi regulasi itu mempersempit ruang gerak atlet muslimah. Aturan itu menghancurkan harapan muslimah Prancis membangun karir profesional, bahkan beberapa pemain menjauhi kehidupan sebagai atlet.

Padahal, sepakbola wanita berkembang pesat di Prancis. Kondisi itu memicu ragam reaksi dari atlet muslimah. Salah satu perkumpulan yang gencar menolak aturan itu adalah Les Hijabeuses.

Les Hijabeuses diisi sekelompok atlet muslimah dari berbagai klub olahraga. Mereka mengampanyekan penolakan terhadap aturan diskriminatif larangan hijab bagi atlet muslimah. Ada 80 muslimah yang tergabung dalam kelompok ini.

Gerakan mereka sudah sampai ke jantung Prancis. Mereka menghidupkan kembali perdebatan tentang integrasi muslim di negara itu.

"Yang kami inginkan adalah diterima apa adanya, untuk menerapkan slogan keragaman, inklusivitas ini. Satu-satunya keinginan kami adalah bermain sepakbola,"kata Presiden Les Hijabeuses, Founé Diawara.

Les Hijabeuses didirikan pada 2020. Pendukung larangan mengatakan jilbab menandakan radikalisasi Islam mengambil alih olahraga. Tapi kisah pribadi anggota Hijabeuses menekankan bagaimana sepak bola identik dengan emansipasi. Aturan itu justru jadi tanda kemunduran sepabola wanita di Prancis.

Sepanjang tahun lalu, Les Hijabeuses melobi federasi sepak bola Prancis untuk membatalkan larangan tersebut. Mereka mengirim surat, bertemu dengan pejabat dan bahkan melakukan protes di markas federasi, tetapi tidak berhasil.

Pada Januari 2022, sekelompok senator konservatif mencoba mengabadikan larangan jilbab federasi sepakbola dalam undang-undang. Mereka beralasan, jilbab mengancam untuk menyebarkan Islam radikal di klub olahraga.

Upaya para senator itu mendapat respons dari Les Hijabeuses. Mereka melancarkan kampanye lobi yang intens terhadap amandemen tersebut. Mereka memanfaatkan media sosial seperti instagram yang memiliki 30 ribu . Les Hijabeuses juga meluncurkan petisi dan telah ditandatangani 70 orang, termasuk dari bintang olahraga.

Stéphane Piednoir, senator di balik amandemen, membantah tuduhan bahwa undang-undang itu ditujukan untuk umat Islam secara khusus. Dia mengklaim semua simbol agama yang mencolok. Namun, dia mengakui amandemen itu terinspirasi pemakaian cadar di Prancis.

Baca Juga: Senat Prancis Dukung Rencana Larang Hijab dalam Dunia Olahraga

Amandemen tersebut akhirnya ditolak mayoritas dewan di parlemen, meskipun bukan tanpa gesekan. Pertarungan Les Hijabeuses mungkin tidak populer di Prancis, di mana 6 dari 10 orang mendukung pelarangan jilbab di jalan.

Tapi, di lapangan sepak bola, semua orang sepertinya setuju bahwa hijab harus diperbolehkan. “Tidak ada yang keberatan jika mereka bermain dengannya,” kata Rana Kenar (17) pemain Sarcelles yang datang untuk menyaksikan timnya menghadapi klub Diakité.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)