LANGIT7.ID - , Jakarta - Senat Prancis mendukung larangan pemakaian jilbab dalam kompetisi olahraga, dengan alasan netralitas sebagai persyaratan di lapangan.
Majelis tinggi legislatif Prancis memberikan suara mendukung amandemen undang-undang yang diusulkan pengenaan "simbol agama yang mencolok dilarang" untuk mengambil bagian dalam acara dan kompetisi yang diselenggarakan oleh federasi olahraga pada Selasa, (18/1/2022).
Dalam teks tersebut, para senator dengan jelas mengatakan bahwa amandemen tersebut bertujuan untuk melarang “penggunaan cadar dalam kompetisi olahraga.” Mereka menambahkan bahwa jilbab dapat membahayakan keselamatan atlet yang memakainya saat berlatih.
Baca juga: 5 Rekomendasi Hijab Sport untuk yang Doyan OlahragaAmandemen yang diusulkan oleh kelompok sayap kanan Les Republicains yang ditentang oleh pemerintah Prancis ini memperoleh 160 suara mendukung, dan 143 menentang.
Sebuah komisi yang terdiri dari anggota Senat dan majelis rendah sekarang harus berkumpul untuk berkompromi sebelum diterbitkan, yang berarti amandemen masih dapat dihapus.
Tidak jelas apakah larangan itu akan diterapkan untuk Olimpiade Paris 2024 atau bukan. Panitia penyelenggara Olimpiade belum memberi komentar perihal tersebut.
Pemungutan suara dilakukan setahun setelah anggota parlemen di majelis rendah parlemen Prancis menyetujui RUU untuk memperkuat pengawasan masjid, sekolah, dan klub olahraga dalam upaya untuk melindungi Prancis dari ekstremis.
Sekaligus untuk mempromosikan penghormatan terhadap nilai-nilai Prancis - salah satu proyek penting Presiden Emmanuel Macron.
Dengan Prancis berlumuran darah oleh serangan teror, sedikit yang tidak setuju bahwa radikalisasi adalah bahaya. Tetapi para kritikus juga melihat undang-undang itu sebagai taktik politik untuk memikat sayap kanan ke partai tengah Macron menjelang pemilihan presiden tahun ini.
Dalam amandemen tersebut, para senator mengatakan semua warga negara bebas menjalankan agama mereka, tetapi bersikeras bahwa setiap orang harus menahan diri untuk tidak mengedepankan perbedaan mereka.
“Hari ini, ada ketidakpastian hukum tentang pemakaian simbol-simbol agama, dan perlu bagi negara untuk secara jelas mendefinisikan aturannya,” bunyi amandemen yang dipilih para senator.
“Jika pemakaian cadar tidak secara eksplisit dilarang, kita bisa melihat munculnya klub olahraga komunitas yang mempromosikan tanda-tanda agama tertentu.”
Baca juga: Toko Senjata Api Tolak Perempuan Berhijab Pakai Area TembakFederasi sepak bola Prancis sudah melarang perempuan mengenakan jilbab di pertandingan resmi, serta di kompetisi yang diselenggarakannya. Sekelompok pemain sepak bola berjilbab yang disebut "Les Hijabeuses," berkampanye menentang larangan itu.
Kelompok itu mengatakan semua wanita Muslim harus memiliki hak untuk melakukan olahraga favorit mereka di tingkat kompetitif sambil mengenakan jilbab jika mereka mau. Kelompok ini melangsungkan aksi legal di Dewan Negara, yurisdiksi administratif tertinggi Prancis, untuk membatalkan larangan federasi.
(est)