Benarkah Orang Miskin Masuk Surga Lebih Dulu? Begini Penjelasannya
Mahmuda attar hussein
Ahad, 15 Mei 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi masuk surga. (Foto: Istimewa).
Fakir miskin disebut akan masuk surga lebih dulu ketimbang orang kaya. Lantas mana jalan yang harus diambil umat dalam hidup, menjadi kaya atau fakir?
Sabda Nabi Muhammad SAW: Orang-orang beriman yang fakir miskin kelak akan masuk surga terlebih dahulu setengah hari yang setara 500 tahun lamanya daripada orang kaya. (HR Ibnu Majah).
Penceramah, Ustadz Khalid Basalamah mengatakan Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi orang yang kaya. Kaya dalam artian memiliki materi yang sumbernya jelas dan halal.
Baca Juga: Tafsir Ali Imran Ayat 134: Karakter Penghuni Surga
"Ulama merincikan orang miskin lebih dulu masuk ke dalam surga karena hisab mereka lebih cepat. Bukan berarti mereka mengalahkan (amal ibadah) orang-orang yang kaya," ungkapnya dikanal YouTube SAP Channel, Ahad (15/5/2022).
Ada selisih pendapat dari para ulama terkait orang kaya yang suka bersyukur dengan orang miskin yang suka bersabar. Ternyata orang kaya yang suka bersyukur lebih afdhal ketimbang orang yang miskin yang bersabar.
"Ini bukan menyalahkan yang miskin, tidak. Anda miskin pun bisa mengubah nasib, karena miskin itu masuk dalam takdir, maka ikhtiar," ujarnya.
Sabda Nabi Muhammad SAW: Orang-orang beriman yang fakir miskin kelak akan masuk surga terlebih dahulu setengah hari yang setara 500 tahun lamanya daripada orang kaya. (HR Ibnu Majah).
Penceramah, Ustadz Khalid Basalamah mengatakan Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi orang yang kaya. Kaya dalam artian memiliki materi yang sumbernya jelas dan halal.
Baca Juga: Tafsir Ali Imran Ayat 134: Karakter Penghuni Surga
"Ulama merincikan orang miskin lebih dulu masuk ke dalam surga karena hisab mereka lebih cepat. Bukan berarti mereka mengalahkan (amal ibadah) orang-orang yang kaya," ungkapnya dikanal YouTube SAP Channel, Ahad (15/5/2022).
Ada selisih pendapat dari para ulama terkait orang kaya yang suka bersyukur dengan orang miskin yang suka bersabar. Ternyata orang kaya yang suka bersyukur lebih afdhal ketimbang orang yang miskin yang bersabar.
"Ini bukan menyalahkan yang miskin, tidak. Anda miskin pun bisa mengubah nasib, karena miskin itu masuk dalam takdir, maka ikhtiar," ujarnya.