LANGIT7.ID, Jakarta - Tafsir Surat Ali Imran ayat 134 menguraikan tentang karakter penghuni surga. Beberapa karakter penghuni surga dalam ayat ini adalah gemar berinfaq, menahan amarah, pemaaf, dan senantiasa berbuat baik.
Pada ayat sebelumnya, Ali Imran 133, Allah mendorong hamba-hambanya agar senantiasa memohon ampun. Sebagai balasannya, Allah menyediakan surga seluas langit dan bumi bagi orang yang bertaqwa.
Pada ayat 134, Allah menjelaskan sifat-sifat orang yang bertaqwa, yaitu selalu menafkahkan hartanya dalam keadaan sempit maupun lapang, menahan amarah, pemaaf, dan selalu berbuat baik.
Baca Juga: Tafsir Ali Imran 133: Ampunan Allah Seluas Langit dan Bumi Surat Ali Imran ayat 134:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
Artinya: "(yaitu) orang yang berinfak, baik pada waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."
Ibnu Katsir menafsirkan, infaq di waktu lapang dan sempit adalah pada waktu susah dan senang, dalam keadaan suka maupun terpaksa, sehat maupun sakit dan dalam seluruh keadaan. Berinfaq secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
Baca Juga: Shaum Ramadhan Angkat Derajat Mukmin Jadi MuttaqinArtinya, mereka tidak disibukkan oleh sesuatu pun untuk berbuat taat kepada Allah. Berinfak di jalan-Nya dan juga berbuat baik dengan segala macam kebajikan, baik kepada kerabat maupun kepada yang lainnya.
Kedua adalah menahan amarah, yakni jika mereka marah, maka mereka menahannya. Mereka menutupinya dan tidak melampiaskan amarahnya. Mereka tidak melampiaskan kemarahannya kepada orang lain, tetapi sebaliknya, mereka menahannya dengan mengharap pahala di sisi Allah.
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
Baca Juga: Salimah akan Gencarkan Sosialisasi Hukum Nikah Beda Agama"Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyib dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah orang yang kuat adalah orang yang pandai bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika ia marah." (Sahih Al-Bukhari).
Selain itu mereka pun memberikan maaf kepada orang-orang yang berbuat jahat kepadanya. Selain mampu menahan amarah, karakter penghuni surga adalah memberi maaf kepada orang-orang yang telah menzalimi mereka, sehingga tidak ada sedikitpun niat dalam diri mereka untuk balas dendam kepada seseorang.
Keadaan itu adalah keadaan yang paling sempurna. Oleh karena itu Allah berfirman, ''Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." Ini merupakan salah satu maqam (tingkatan) ihsan.
Baca Juga: Semarakkan Syiar, Ini Jadwal Ramadhan Masjid KH Hasyim Asyari(zhd)