JATAM Desak Investasi Nikel Tesla Tidak Gunakan PLTU dan Buang Limbah ke Laut
Redaksi
Selasa, 17 Mei 2022 - 22:15 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Saat ini dunia sedang mengembangkan moda transportasi kendaraan listrik sebagai upaya dalam menangani krisis iklim. Nikel telah menjadi komoditas yang semakin diminati karena produksi baterai untuk kendaraan listrik mulai meningkat.
Semakin banyak perusahaan mobil listrik yang berlomba untuk mengembangkan teknologi baterai yang berbeda sesuai dengan kebutuhan kinerja terbaik. Tesla dan Pemerintah Indonesia sedang berencana menciptakan kerjasama investasi nikel baterai.
Organisasi lingkungan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah dan Perkumpulan Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) menyorot perlunya kebijakan agar industri nikel di Indonesia tidak menciptakan persoalan lingkungan baru sehingga bertentangan dengan tujuan pengembangan transportasi rendah karbon.
Baca Juga: China Gandeng Indonesia Garap Industri Baterai untuk Kendaraan Listrik
"Tesla dan Pemerintah Indonesia perlu memperhatikan dampak buruk terhadap lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas pertambangan nikel. Pemenuhan kebutuhan baterai berbasis nikel harus mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal," kata Koordinator Jatam Sulteng, Moh Taufik, melalui siaran pers, Selasa (17/5/2022).
Semakin banyak perusahaan mobil listrik yang berlomba untuk mengembangkan teknologi baterai yang berbeda sesuai dengan kebutuhan kinerja terbaik. Tesla dan Pemerintah Indonesia sedang berencana menciptakan kerjasama investasi nikel baterai.
Organisasi lingkungan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah dan Perkumpulan Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) menyorot perlunya kebijakan agar industri nikel di Indonesia tidak menciptakan persoalan lingkungan baru sehingga bertentangan dengan tujuan pengembangan transportasi rendah karbon.
Baca Juga: China Gandeng Indonesia Garap Industri Baterai untuk Kendaraan Listrik
"Tesla dan Pemerintah Indonesia perlu memperhatikan dampak buruk terhadap lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas pertambangan nikel. Pemenuhan kebutuhan baterai berbasis nikel harus mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal," kata Koordinator Jatam Sulteng, Moh Taufik, melalui siaran pers, Selasa (17/5/2022).