Mendudukkan Istilah Non-Muslim Berdasarkan Al-Qur'an
Muhajirin
Rabu, 18 Mei 2022 - 19:02 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pemerintah Singapura menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) dan rombongannya masuk ke Singapura karena dituding menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi. Salah satu poin alasan penolakan tersebut, Singapura tidak menerima UAS sebab secara terbuka menyebut non-muslim sebagai kafir. Lalu, apakah non-muslim tidak boleh disebut kafir?.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya Zainul Ma'arif, menjelaskan, kafir merupakan penyebutan bagi orang yang tidak mengakui Allah Ta'ala, Islam, dan Nabi Muhammad SAW. Persoalan ini sudah tegas dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits.
"Pertama, bahwa orang Yahudi dan Nasrani, non-muslim itu dari segi bahasa. Bahasa Arabnya, orang Yahudi dan Nasrani itu disebut dalam Al-Qur'an, kafir. Mereka tidak boleh disebut kafir, karena Yahudi, Nasrani. Ini kalimat salah. Justru karena mereka Yahudi dan Nasrani, mereka itu kafir," kata Buya Yahya di kanal Al-Bahjah TV, dikutip Rabu (18/5/2022).
Buya Yahya menilai penyebutan kata kafir untuk non-muslim merupakan sebutan istimewa. Al-Qur'an mengkategorikan Yahudi dan Nasrani sebagai ahli kitab. Ini bisa dilihat dalam Surah Al-Bayyinah ayat 1:
لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ
"Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata."
Baca Juga:Bolehkan Seorang Muslim Mendoakan Non-Muslim?
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya Zainul Ma'arif, menjelaskan, kafir merupakan penyebutan bagi orang yang tidak mengakui Allah Ta'ala, Islam, dan Nabi Muhammad SAW. Persoalan ini sudah tegas dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits.
"Pertama, bahwa orang Yahudi dan Nasrani, non-muslim itu dari segi bahasa. Bahasa Arabnya, orang Yahudi dan Nasrani itu disebut dalam Al-Qur'an, kafir. Mereka tidak boleh disebut kafir, karena Yahudi, Nasrani. Ini kalimat salah. Justru karena mereka Yahudi dan Nasrani, mereka itu kafir," kata Buya Yahya di kanal Al-Bahjah TV, dikutip Rabu (18/5/2022).
Buya Yahya menilai penyebutan kata kafir untuk non-muslim merupakan sebutan istimewa. Al-Qur'an mengkategorikan Yahudi dan Nasrani sebagai ahli kitab. Ini bisa dilihat dalam Surah Al-Bayyinah ayat 1:
لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ
"Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata."
Baca Juga:Bolehkan Seorang Muslim Mendoakan Non-Muslim?