LANGIT7.ID - Lumrah dalam kehidupan masyarakat seorang muslim dan
non-muslim hidup berdampingan. Lalu, apakah seorang muslim boleh mendoakan seorang non-muslim?.
Pakar Sejarah Islam, Hasib Noor, menjelaskan, menyebut dua hal yang mesti diperhatikan dalam hal ini. Pertama, seorang muslim mendoakan
non-muslim, dengan catatan non-muslim tersebut masih hidup.
"Selama seorang non-muslim masih hidup, ternyata seorang muslim dapat berdoa untuk kesejahteraan mereka, bimbingan, perbaikan dan solusi untuk hidup mereka," tulis Hasib di akun Twitter-nya, Selasa (17/5/2022).
Kedua, tidak boleh mendoakan jika
non-muslim tersebut sudah meninggal dunia. Seorang muslim tidak dibenarkan mendoakan ampunan kepada non-muslim jika meninggal. Begitu pun sekadar mengatakan 'istirahat dalam damai' jika non-muslim itu telah wafat.
Baca Juga: Selain Innalillahi, Ini Doa Saat Dengar Kabar Seseorang Meninggal
Hasib menjelaskan, seorang nabi diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, tanpa terkecuali. Dari Nabi Adam As, Ibrahim, Isa Al-Masih, hingga Nabi Muhammad SAW diutus dengan tujuan tersebut.
Nabi Muhammad SAW pernah mendoakan seorang non-muslim ketika masih hidup. Rasulullah berdoa berharap agar Allah Ta'ala memberikan hidayah kepada non-muslim tersebut.
Umar bin Khattab dan Abu Jahal merupakan tokoh Quraisy yang sangat memusuhi Islam. Namun, Rasulullah berdoa agar Allah memberikan hidayah. Lalu, Allah mengabulkan doa baginda Nabi hingga akhirnya Umar bin Khattab masuk Islam, sementara Abu Jahal tetap dalam kekafiran.
Dari Abu Hurairah RA menceritakan, Thufail bin Amir pernah mendatangi Nabi SAW mengadukan perkembangan yang dilakukan kaumnya. Thufail mengatakan,
إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهِمْ
"Sesungguhnya suku Daus telah bermaksiat dan enggan menerima Islam. Doakanlah keburukan untuk mereka."
Kemudian Nabi SAW bersabda,
اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ
"Ya Allah, berilah petunjuk kepada suku Daus dan datangkanlah mereka (ke Madinah)." (HR Bukhari dan Muslim)
Larangan Mendoakan non-muslim Setelah Meninggal Dunia Hasib mengatakan, para ulama sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh mendoakan non-muslim ketika telah wafat. Bahkan sekadar mengucapkan "Rest in Peace (RIP) kepada mereka. RIP merupakan doa kepada orang meninggal yang berasal dari frasa Kristen.
RIP pertama kali ditemukan di batu nisan sebelum di batu nisan orang-orang Kristen pada abad ke-18. Batu nisan disinyalir sudah ada sejak abad ke-4 dan abad ke-5. RIP berarti doa kepada orang Kristen agar mereka mendapatkan kedamaian setelah mati.
Baca Juga: Benarkah Non-Muslim Dilarang Masuk Masjid? Ini Pandangan 4 Ulama
"Tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk membuat doa Kristen menurut teologi ini. Kami memiliki bimbingan dan keyakinan yang mengajari kami cara menunjukkan belasungkawa dan kepedulian yang tulus kepada orang lain," kata Hasib.
Allah Ta'ala berfirman:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْٓا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam." (QS At-Taubah: 113)
Ada sebuah perintah yang terkandung dalam ayat tersebut. Perintah tersebut bersifat wajib dan harus ditaati setiap muslim. Setiap orang memang harus berkasih-sayang terhadap sesama muslim, namun kasih sayang itu harus mengikuti perintah dan larangan Allah Ta'ala.
(jqf)