Formula 1
Tiada Pengganti Grand Prix Rusia, Kalender F1 2022 Hanya 22 Seri
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 19 Mei 2022 - 08:05 WIB
Sirkuit Sochi Autodrom, Rusia. Foto: Istimewa
Musim balap Formula 1 (F1) 2022 akan berkurang satu yakni hanya menjadi 22 balapan saja. Hal tersebbut terjadi setelah pihak penyelenggara mengumumkan tidak akan menggantikan Grand Prix Rusia yang dibatalkan tahun ini.
F1 menjadwalkan rekor terbanyak 23 Grand Prix dalam satu musim tahun ini, namun balapan di Sochi Autodrom, yang seharusnya digelar 25 September, dibatalkan pada Februari. Seperti diberitakan Reuters, kontraknya disudahi pada awal Maret menyusul invasiRusia kepada Ukraina.
Baca Juga:Red Bull Racing Kenalkan Mobil Baru, RB18 Siap Manjakan Verstappen
F1 menyatakan sebelumnya bakal mengisi kekosongan slot itu, dengan sejumlah opsi termasuk Qatar dan Turki serta balapan kedua di Singapura, akan tetapi karena bakal tidak ada balapan pengganti maka akan ada jeda sebelum balapan beruntun di Singapura dan Jepang.
Setelah menjalani tiga balapan beruntun di Belgia, Belanda, dan Italia pada 28 Agustus-11 September, akan ada jeda dua pekan sebelum dua balapan beruntun di Singapura dan Jepang pada 2-9 Oktober.
Menambah satu balapan di Eropa dipandang memiliki tantangan logistik yang terlalu besar. Semenatara suhu di Qatar, yang akan kembali ke kalender sebagai bagian dari kontrak 10 tahun, menimbulkan kekhawatiran.
F1 menjadwalkan rekor terbanyak 23 Grand Prix dalam satu musim tahun ini, namun balapan di Sochi Autodrom, yang seharusnya digelar 25 September, dibatalkan pada Februari. Seperti diberitakan Reuters, kontraknya disudahi pada awal Maret menyusul invasiRusia kepada Ukraina.
Baca Juga:Red Bull Racing Kenalkan Mobil Baru, RB18 Siap Manjakan Verstappen
F1 menyatakan sebelumnya bakal mengisi kekosongan slot itu, dengan sejumlah opsi termasuk Qatar dan Turki serta balapan kedua di Singapura, akan tetapi karena bakal tidak ada balapan pengganti maka akan ada jeda sebelum balapan beruntun di Singapura dan Jepang.
Setelah menjalani tiga balapan beruntun di Belgia, Belanda, dan Italia pada 28 Agustus-11 September, akan ada jeda dua pekan sebelum dua balapan beruntun di Singapura dan Jepang pada 2-9 Oktober.
Menambah satu balapan di Eropa dipandang memiliki tantangan logistik yang terlalu besar. Semenatara suhu di Qatar, yang akan kembali ke kalender sebagai bagian dari kontrak 10 tahun, menimbulkan kekhawatiran.