Intelijen: Kunjungan Biden ke Korsel Kemungkinan Disambut Uji Nuklir Korut
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 19 Mei 2022 - 10:50 WIB
Ilustrasi serangan nuklir. Foto: Langit7.id/iStock
Intelijen AS menunjukkan kemungkinan ada uji coba nuklir Korea Utara (Korut), atau uji coba rudal jarak jauh, atau keduanya, sebelum, selama atau setelah perjalanan Presiden Joe Biden ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang mulaipekan ini.
Pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan itu dikemukakan pada Rabu, di Gedung Putih. Dia mengatakan Biden tidak akan mengunjungi Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korut dan Korsel selama kunjungannya ke Korsel, yang dimulai pada Jumat, setelah mengatakan pekan lalu bahwa dia sedang mempertimbangkan perjalanan semacam itu.
Baca Juga:Ribuan Orang Rayakan Perubahan Nama Jalan di New Jersey Jadi Palestine Way
"Intelijen kami memang memperlihatkan kemungkinan bahwa akan ada uji coba rudal lebih lanjut, termasuk uji coba rudal jarak jauh, atau uji coba nuklir, atau keduanya, pada hari-hari menjelang, pada, atau setelah perjalanan Presiden ke wilayah tersebut ," kata Sullivan dalam pengarahan di Gedung Putih, Kamis (19/5/2022).
"Kami sedang mempersiapkan segala kemungkinan," katanya pula.
Seperti diberitakan Reuters,Sullivan mengatakan, Amerika Serikat berkoordinasi erat dengan Korsel dan Jepang, dan dia juga telah membahas Korut dengan rekannya dari China Yang Jiechi dalam panggilan telepon pada Rabu (18/5/2022). Perjalanan Biden pada 20-24 Mei akan menjadi yang pertama ke Asia sebagai Presiden AS.
Pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan itu dikemukakan pada Rabu, di Gedung Putih. Dia mengatakan Biden tidak akan mengunjungi Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korut dan Korsel selama kunjungannya ke Korsel, yang dimulai pada Jumat, setelah mengatakan pekan lalu bahwa dia sedang mempertimbangkan perjalanan semacam itu.
Baca Juga:Ribuan Orang Rayakan Perubahan Nama Jalan di New Jersey Jadi Palestine Way
"Intelijen kami memang memperlihatkan kemungkinan bahwa akan ada uji coba rudal lebih lanjut, termasuk uji coba rudal jarak jauh, atau uji coba nuklir, atau keduanya, pada hari-hari menjelang, pada, atau setelah perjalanan Presiden ke wilayah tersebut ," kata Sullivan dalam pengarahan di Gedung Putih, Kamis (19/5/2022).
"Kami sedang mempersiapkan segala kemungkinan," katanya pula.
Seperti diberitakan Reuters,Sullivan mengatakan, Amerika Serikat berkoordinasi erat dengan Korsel dan Jepang, dan dia juga telah membahas Korut dengan rekannya dari China Yang Jiechi dalam panggilan telepon pada Rabu (18/5/2022). Perjalanan Biden pada 20-24 Mei akan menjadi yang pertama ke Asia sebagai Presiden AS.