UAS Pantang Berhenti Khotbah Meski Dianggap Ekstremis
Ummu hani
Kamis, 19 Mei 2022 - 14:05 WIB
Ustaz Abdul Somad dan istrinya Fatimah Az Zahra dalam sebuah kegiatan di Pondok Pesantren Gontor. Foto: Instagram/@supirustadz
Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan mendapat deportasi dari pemerintah Singapura karena dianggap sebagai penceramah ekstremis. Terkait hal tersebut, UAS akhirnya menjawab tuduhan-tuduhan yang menjadi dasar larangan masuk ke Singapura itu.
UAS menegaskan, seluruh masalah kontroversial yang pernah ditujukan padanya sudah diklarifikasi, termasuk persoalan dirinya ditolak masuk ke Singapura. Adapun soal khotbah tindakan bom bunuh diri, UAS menyatakan ceramah itu dalam konteks perang antara Palestina dengan Israel.
Baca Juga:Ustaz Abdul Somad Bukan Hanya Penceramah, Tapi Juga Seorang Profesor
"Masalah tentang martir bunuh diri. Itu konteks di Palestina ketika tentara Palestina tidak punya alat apa pun untuk membalas serangan Israel dan itu bukan pendapat saya," ujar UAS melalui video yang diunggah kanal YouTube Refly Harun, dikutip Kamis (19/5/2022).
UAS menyebutkan, setiap khotbahnya merupakan pendapat ulama yang konteksnya menyampaikan jawaban dari pertanyaan jemaah. "Jemaah tanya, 'Ustaz, masalah di Palestina jangan dijawab. Nanti kalau dijawab saya nggak bisa masuk ke Singapura.' Saya kan intelektual. Saya ini profesor, doktor, dosen," tuturnya.
Lalu, soal patung ada jinnya, UAS mengaku berlandaskan pada hadis nabi. "Masalah yang kedua, tentang masalah di dalam patung ada jin. Itu hadis nabi, innal malaikata, malaikat, la tadkhulul buyut, tidak masuk ke dalam rumah, fiha tamasil, di dalam rumah itu ada patung. Kenapa tidak mau malaikat masuk? Karena malaikat tidak masuk satu majelis dengan jin. Bukan malaikat itu takut. Dia tidak mau kotor. Itulah maka di rumah orang Islam tak boleh ada patung," tutur UAS.
UAS menegaskan, seluruh masalah kontroversial yang pernah ditujukan padanya sudah diklarifikasi, termasuk persoalan dirinya ditolak masuk ke Singapura. Adapun soal khotbah tindakan bom bunuh diri, UAS menyatakan ceramah itu dalam konteks perang antara Palestina dengan Israel.
Baca Juga:Ustaz Abdul Somad Bukan Hanya Penceramah, Tapi Juga Seorang Profesor
"Masalah tentang martir bunuh diri. Itu konteks di Palestina ketika tentara Palestina tidak punya alat apa pun untuk membalas serangan Israel dan itu bukan pendapat saya," ujar UAS melalui video yang diunggah kanal YouTube Refly Harun, dikutip Kamis (19/5/2022).
UAS menyebutkan, setiap khotbahnya merupakan pendapat ulama yang konteksnya menyampaikan jawaban dari pertanyaan jemaah. "Jemaah tanya, 'Ustaz, masalah di Palestina jangan dijawab. Nanti kalau dijawab saya nggak bisa masuk ke Singapura.' Saya kan intelektual. Saya ini profesor, doktor, dosen," tuturnya.
Lalu, soal patung ada jinnya, UAS mengaku berlandaskan pada hadis nabi. "Masalah yang kedua, tentang masalah di dalam patung ada jin. Itu hadis nabi, innal malaikata, malaikat, la tadkhulul buyut, tidak masuk ke dalam rumah, fiha tamasil, di dalam rumah itu ada patung. Kenapa tidak mau malaikat masuk? Karena malaikat tidak masuk satu majelis dengan jin. Bukan malaikat itu takut. Dia tidak mau kotor. Itulah maka di rumah orang Islam tak boleh ada patung," tutur UAS.