Pengertian Multiverse dan Kaitannya dengan Alam Mimpi dalam Islam
Mahmuda attar hussein
Ahad, 22 Mei 2022 - 14:05 WIB
Pengertian Multiverse dan Kaitannya dengan Alam Mimpi dalam Islam. (Foto: Istimewa).
Film dengan konsep multiverse, seperti Dr. Strange 2 menjadi perbincangan hangat. Bahkan dikaitkan dengan alam mimpi dan alam lain di luar jangkauan manusia.
Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, Rheza Virgiawan, menyebutkan mimpi dalam Islam merupakan proses alami dan bagian dari emosional yang aktif selama manusia tidur.
"Kemampuan memahami mimpi merupakan keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Yusuf AS. Kemudian terdapat pula hadits riwayat Muslim yang menjelaskan mengenai tiga macam mimpi manusia, yaitu mimpi dari Allah, mimpi dari pemikiran manusia, dan mimpi buruk dari setan," kata Rheza dikutip laman UII, Ahad (22/5/2022).
Dari hadits itu, kata dia, tidak semua mimpi dapat diartikan menjadi petunjuk. Kendati demikian, mimpi dalam Islam juga pernah dijadikan penentu syariat adzan.
Baca Juga: Mengurai Teori Multiverse dalam Perspektif Islam
Di sisi lain, isu multiverse menarik untuk dikaji dengan pemahaman dan keimanan yang matang. Sebab, iman merupakan hal fundamental yang dibutuhkan agar akal manusia tunduk kepada Allah SWT.
"Iman kepada hal yang gaib juga menjadi syarat fundamental dalam Islam, yaitu haqqu al-yaqiin atau seyakin-yakinnya bahwa ada entitas di luar dunia indrawi. Entitas ini maksudnya sesuatu yang nyata, bukan hanya filosofis abstrak ataupun sebuah metafora," jelasnya.
Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, Rheza Virgiawan, menyebutkan mimpi dalam Islam merupakan proses alami dan bagian dari emosional yang aktif selama manusia tidur.
"Kemampuan memahami mimpi merupakan keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Yusuf AS. Kemudian terdapat pula hadits riwayat Muslim yang menjelaskan mengenai tiga macam mimpi manusia, yaitu mimpi dari Allah, mimpi dari pemikiran manusia, dan mimpi buruk dari setan," kata Rheza dikutip laman UII, Ahad (22/5/2022).
Dari hadits itu, kata dia, tidak semua mimpi dapat diartikan menjadi petunjuk. Kendati demikian, mimpi dalam Islam juga pernah dijadikan penentu syariat adzan.
Baca Juga: Mengurai Teori Multiverse dalam Perspektif Islam
Di sisi lain, isu multiverse menarik untuk dikaji dengan pemahaman dan keimanan yang matang. Sebab, iman merupakan hal fundamental yang dibutuhkan agar akal manusia tunduk kepada Allah SWT.
"Iman kepada hal yang gaib juga menjadi syarat fundamental dalam Islam, yaitu haqqu al-yaqiin atau seyakin-yakinnya bahwa ada entitas di luar dunia indrawi. Entitas ini maksudnya sesuatu yang nyata, bukan hanya filosofis abstrak ataupun sebuah metafora," jelasnya.