Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Pangan
Hasanah syakim
Senin, 23 Mei 2022 - 04:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Pemerintah berupaya maksimal agar tidak terjadi lonjakan kenaikan harga saat dunia tengah dihadapkan pada kemungkinan kenaikan harga pangan, dan energi yang signifikan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tidak mudah bagi semua negara sebab sektor pangan dan energi keduanya tengah mengalami kenaikan. Energi seperti gas, BBM, listrik, serta pangan semuanya naik di seluruh negara.
"Sejak Januari 2022 telah terjadi kenaikan harga minyak goreng yang disebabkan adanya kenaikan harga internasional. Karena harga minyak goreng terutama di Eropa, di Amerika naiknya tinggi, harga di dalam negeri ketarik (naik harganya),” kata Jokowi dikutip Ahad (22/5/2022).
Baca juga:Jokowi Buka Kembali Ekspor Minyak Goreng Mulai 23 Mei 2022
Produsen minyak goreng di dalam negeri lebih memilih mengekspor minyak goreng dibandingkan memasok di dalam negeri sehingga terjadi kenaikan harga minyak di dalam negeri karena kelangkaan stok.
Jokowi menyampaikan bahwa untuk mengatasi persoalan tersebut Presiden telah memutuskan beberapa kebijakan dalam mengatasi beragam persoalan.
“Akhirnya saya setop, setop minyak goreng enggak boleh ekspor. Tetapi itu juga kebijakan yang tidak mudah,” ujar Jokowi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tidak mudah bagi semua negara sebab sektor pangan dan energi keduanya tengah mengalami kenaikan. Energi seperti gas, BBM, listrik, serta pangan semuanya naik di seluruh negara.
"Sejak Januari 2022 telah terjadi kenaikan harga minyak goreng yang disebabkan adanya kenaikan harga internasional. Karena harga minyak goreng terutama di Eropa, di Amerika naiknya tinggi, harga di dalam negeri ketarik (naik harganya),” kata Jokowi dikutip Ahad (22/5/2022).
Baca juga:Jokowi Buka Kembali Ekspor Minyak Goreng Mulai 23 Mei 2022
Produsen minyak goreng di dalam negeri lebih memilih mengekspor minyak goreng dibandingkan memasok di dalam negeri sehingga terjadi kenaikan harga minyak di dalam negeri karena kelangkaan stok.
Jokowi menyampaikan bahwa untuk mengatasi persoalan tersebut Presiden telah memutuskan beberapa kebijakan dalam mengatasi beragam persoalan.
“Akhirnya saya setop, setop minyak goreng enggak boleh ekspor. Tetapi itu juga kebijakan yang tidak mudah,” ujar Jokowi.