LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah berupaya maksimal agar tidak terjadi lonjakan kenaikan harga saat dunia tengah dihadapkan pada kemungkinan kenaikan harga pangan, dan energi yang signifikan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tidak mudah bagi semua negara sebab sektor pangan dan energi keduanya tengah mengalami kenaikan. Energi seperti gas, BBM, listrik, serta pangan semuanya naik di seluruh negara.
"Sejak Januari 2022 telah terjadi kenaikan harga minyak goreng yang disebabkan adanya kenaikan harga internasional. Karena harga minyak goreng terutama di Eropa, di Amerika naiknya tinggi, harga di dalam negeri ketarik (naik harganya),” kata Jokowi dikutip Ahad (22/5/2022).
Baca juga: Jokowi Buka Kembali Ekspor Minyak Goreng Mulai 23 Mei 2022Produsen minyak goreng di dalam negeri lebih memilih mengekspor minyak goreng dibandingkan memasok di dalam negeri sehingga terjadi kenaikan harga minyak di dalam negeri karena kelangkaan stok.
Jokowi menyampaikan bahwa untuk mengatasi persoalan tersebut Presiden telah memutuskan beberapa kebijakan dalam mengatasi beragam persoalan.
“Akhirnya saya setop, setop minyak goreng enggak boleh ekspor. Tetapi itu juga kebijakan yang tidak mudah,” ujar Jokowi.
Menurutnya, setelah ekspor minyak goreng disetop harga tandan sawit pun jatuh, dan hal tersebut berkaitan dengan 17 juta orang tenaga kerja, baik sebagai petani maupun pekerja.
“Negara ini mencari keseimbangan seperti itu tidak mudah, jangan dipikir gampang, tidak mudah. Begitu juga selain urusan petani, urusan pekerja di sawit, juga urusan pendapatan negara,” kata Presiden.
Kendati demikian, Presiden Jokowi optimistis dalam dua pekan ke depan harga minyak goreng di pasaran sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah. “Tapi ini kuncinya sudah ketemu, ini dalam seminggu, dua minggu, Insya Allah yang namanya minyak goreng curah akan berada di harga Rp14.000 (perliter),” ujar en.
Jokowi juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ketersediaan dan harga minyak goreng di tanah air.
“Tadi saya cek di Pasar Muntilan, saya mampir di Pasar Muntilan tadi, cek harga berapa per liter Rp14.500. Besok saya mau cek di pasar-pasar yang lain, mungkin dalam waktu seminggu dua minggu saya kira semua pasar sudah harganya seperti itu,” katanya.
Baca juga: Polri Akan Tindak Tegas Pelaku Ekspor Minyak GorengTak hanya itu, Jokowi pun turut bersyukur sebab harga beras relatif stabil dengan stok beras yang mencukupi, menurutnya dalam tiga tahun terakhir, nilai impor beras yang dilakukan oleh pemerintah sangat kecil.
“Biasanya kita impor 1,1 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah tiga tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan. Syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya produktivitas petani itu harus ditingkatkan,” kata Presiden.
(sof)