Pesisir Jateng Banjir Rob, Daerah Diminta Siapkan Posko Darurat
Arif purniawan
Selasa, 24 Mei 2022 - 05:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada kepala daerah yang menjadi wilayah terdampak rob seperti di Kota Semarang, Demak, Pati, Rembang, Pekalongan dan Tegal untuk menyiapkan posko darurat dan mengevakuasi warga.
Daerah diminta untuk standby dan memonitor perkembangan di wilayahnya masing-masing dengan memberikan laporan secara berkelanjutan. Saat ini sudah ada warga yang minta dievakuasi dari tempat tinggalnya supaya hal itu secepatnya ditindaklanjuti.
“Jadi yang sampai ke saya langsung, saya bagikan dan mereka ditelponi. Kita minta untuk diturunkan tim, agar tim rescue bisa cepat,” kata Ganjar Pranowo saat meninjau titik banjir rob di Semarang, Senin (23/5/2022).
Baca juga:Tanggul Penahan Rob Jebol, Pelabuhan Tanjung Emas Banjir Hingga 1,5 Meter
Selain itu, orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah tersebut mendorong agar pemerintah daerah juga menyiapkan tempat evakuasi dan posko lengkap yang terdiri dari posko kesehatan, kebencanaan hingga dapur umum.
Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan banjir rob ini terjadi akibat anomali cuaca. Masyarakat diminta juga ikut memantau perkembangan di lapangan, karena banjir rob ini diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Perkiraan masih akan berlangsung, mudah-mudahan kita bisa menyiapkan karena memang cukup tinggi, dari lautnya naik cukup tinggi,” ujarnya.
Daerah diminta untuk standby dan memonitor perkembangan di wilayahnya masing-masing dengan memberikan laporan secara berkelanjutan. Saat ini sudah ada warga yang minta dievakuasi dari tempat tinggalnya supaya hal itu secepatnya ditindaklanjuti.
“Jadi yang sampai ke saya langsung, saya bagikan dan mereka ditelponi. Kita minta untuk diturunkan tim, agar tim rescue bisa cepat,” kata Ganjar Pranowo saat meninjau titik banjir rob di Semarang, Senin (23/5/2022).
Baca juga:Tanggul Penahan Rob Jebol, Pelabuhan Tanjung Emas Banjir Hingga 1,5 Meter
Selain itu, orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah tersebut mendorong agar pemerintah daerah juga menyiapkan tempat evakuasi dan posko lengkap yang terdiri dari posko kesehatan, kebencanaan hingga dapur umum.
Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan banjir rob ini terjadi akibat anomali cuaca. Masyarakat diminta juga ikut memantau perkembangan di lapangan, karena banjir rob ini diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Perkiraan masih akan berlangsung, mudah-mudahan kita bisa menyiapkan karena memang cukup tinggi, dari lautnya naik cukup tinggi,” ujarnya.