home edukasi & pesantren

Keuntungan Dunia Akhirat Menyekolahkan Anak ke Pesantren

Selasa, 03 Agustus 2021 - 18:00 WIB
ilustrasi santri (foto: gontor.ac.id)
Dai kondang sekaligus pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), memaparkan keuntungan dunia akhirat para orang tua jika menyekolahkan anak di pesantren. Saat ini pesantren menjadi wadah terbaik untuk menyiapkan anak dekat kepada Allah SWT.

Terlebih lagi banyak pesantren dengan metode modern. Selain mengajarkan kitab klasik (kitab kuning), para santri juga diajari berbagai macam cabang ilmu seperti sains dan humaniora. Fakta itu membantah anggapan bahwa lulusan pesantren hanya mampu berceramah dari masjid ke masjid.

Di dalam pesantren, anak-anak sudah otomatis belajar Al-Qur'an dan hadits. Ketika anak-anak menghafal Al-Qur’an maka semua cabang ilmu akan terbuka. Contoh paling konkrit adalah Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr Al-Hasani. Dia merupakan dokter ahli bedah, ulama, dan penghafal Al-Qur’an. Dia menghafal Al-Qur’an saat menjadi mahasiswa kedokteran di Al-Azhar Kairo, Mesir.

“Jadi, jangan takut. Orang-orang yang menyiapkan anaknya untuk dekat dengan Allah, bahkan dalam Al-Qur'an, rezekinya dijamin oleh Allah. Masukkan anak ke pesantren. Bukan tega enggak tega, dekatkan anak dengan Allah. Kalau sudah seperti itu, Allah yang jamin,” ucap UAH melalui Channel Akhyar TV, dikutip Selasa (3/8/2021).

Jaminan Allah SWT itu termaktub dalam surah Ali-Imran ayat 35-37. Istri Imran, Hanah, saat masih mengandung bernazar akan menyiapkan anaknya untuk mengabdi kepada Allah SWT. Saat Maryam binti Imran lahir, Imran dan Hannah langsung mencarikan orang shalih sebagai pembimbing. Keduanya sepakat untuk membawa Maryam ke Nabi Zakaria.

Mencarikan guru yang pintar dan shalih adalah pesan dari Al-Qur’an. Banyak guru yang pintar, tapi tidak memiliki keshalihan, sehingga tidak bisa membimbing spiritual anak. Selain guru yang pintar dan shaleh, Al-Qur’an memerintahkan untuk mencarikan anak tempat yang baik. Dalam konteks Al-Qur’an disebutkan mihrab. Mihrab artinya tempat khusus untuk mendekatkan seseorang kepada Allah.

“Kalau konteks sekarang sekolah, maka cari sekolah sekolah yang mendekatkan anak kepada Allah. Di sekolah itu dia menghafal Al-Qur'an, belajar hadits, belajar sains, belajar matematika. Banyak pesantren dengan metode ini. Sekarang banyak pesantren, ada yang di Bogor, Bekasi, Kalimantan, ada yang di Sulawesi. Silakan pilih,” kata UAH.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren parenting muslim ayah bunda santri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya