Hari Lahir Pancasila, Jokowi Kunjungi Taman Renungan Bung Karno di Ende
Hasanah syakim
Rabu, 01 Juni 2022 - 19:35 WIB
Presiden Joko Widodo mengunjungi Taman Renungan Bung Karno di Ende (foto: setkab)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana Jokowi mengunjungi Taman Renungan Bung Karno setelah memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2022 di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di taman tersebut Bung Karno banyak menghabiskan waktunya dalam menjalani masa pengasingan dengan melakukan perenungan tepat di bawah salah satu pohon sukun bercabang lima, masa pengasingan Bung Karno di Ende selama kurang lebih empat tahun, dari tanggal 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938.
Dalam otobiografinya, Bung Karno mengaku bahwa dirinya mendapatkan inspirasi tentang Pancasila ketika berada di tempat yang saat ini diberi nama Taman Renungan Bung Karno yang kemudian diusulkan menjadi dasar bagi negara Indonesia merdeka.
Baca juga:Hari Lahir Pancasila, Ini Makna 5 Lambang di Dada Garuda
“Ketika Bung Karno kembali ke Ende setelah dibuang kembali ke Bengkulu, 12 tahun setelah itu beliau datang kembali ke Ende sebagai seorang Presiden Republik Indonesia dan di hadapan ribuan penduduk Ende ketika itu beliau mengungkapkan bahwa ‘Di kota ini aku temukan lima butir mutiara dan di bawah pohon sukun ini kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila’,” ujar Noncent W. Noi, penutur yang menjelaskan kepada Presiden Jokowi.
Menurutnya, Bung Karno juga berpesan bahwa apabila di suatu masa pohon sukun tersebut mati, hendaklah ditanam kembali dengan pohon sukun yang baru. Dalam sejarahnya, pohon sukun yang pertama itu mati pada tahun 1972. Meski pemerintah saat itu sudah mencoba unntuk menanam pohon sukun, namun tidak tumbuh.
Di masa kepemimpinan Bupati Ende periode 1973-1983, Herman Joseph Gadi Djou meminta kepada sahabat-sahabat Bung Karno yang masih hidup untuk menanam kembali pohon sukun tersebut. Peristiwa penanaman kembali itu terjadi pada tanggal 17 Agustus 1980 dan pohon sukun itu pun tumbuh hingga saat ini.
Di taman tersebut Bung Karno banyak menghabiskan waktunya dalam menjalani masa pengasingan dengan melakukan perenungan tepat di bawah salah satu pohon sukun bercabang lima, masa pengasingan Bung Karno di Ende selama kurang lebih empat tahun, dari tanggal 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938.
Dalam otobiografinya, Bung Karno mengaku bahwa dirinya mendapatkan inspirasi tentang Pancasila ketika berada di tempat yang saat ini diberi nama Taman Renungan Bung Karno yang kemudian diusulkan menjadi dasar bagi negara Indonesia merdeka.
Baca juga:Hari Lahir Pancasila, Ini Makna 5 Lambang di Dada Garuda
“Ketika Bung Karno kembali ke Ende setelah dibuang kembali ke Bengkulu, 12 tahun setelah itu beliau datang kembali ke Ende sebagai seorang Presiden Republik Indonesia dan di hadapan ribuan penduduk Ende ketika itu beliau mengungkapkan bahwa ‘Di kota ini aku temukan lima butir mutiara dan di bawah pohon sukun ini kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila’,” ujar Noncent W. Noi, penutur yang menjelaskan kepada Presiden Jokowi.
Menurutnya, Bung Karno juga berpesan bahwa apabila di suatu masa pohon sukun tersebut mati, hendaklah ditanam kembali dengan pohon sukun yang baru. Dalam sejarahnya, pohon sukun yang pertama itu mati pada tahun 1972. Meski pemerintah saat itu sudah mencoba unntuk menanam pohon sukun, namun tidak tumbuh.
Di masa kepemimpinan Bupati Ende periode 1973-1983, Herman Joseph Gadi Djou meminta kepada sahabat-sahabat Bung Karno yang masih hidup untuk menanam kembali pohon sukun tersebut. Peristiwa penanaman kembali itu terjadi pada tanggal 17 Agustus 1980 dan pohon sukun itu pun tumbuh hingga saat ini.