LANGIT7.ID-Jakarta; Qatar mendesak Amerika Serikat dan Iran kembali ke meja perundingan setelah kedua negara kembali terlibat dalam aksi saling serang yang meningkatkan ketegangan di kawasan.
Desakan tersebut disampaikan mediator Qatar pada Selasa. Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan ke sebuah pulau milik Iran di Selat Hormuz pada Minggu. Teheran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah target militer AS di kawasan Timur Tengah.
Setelah enam bulan perang, AS dan Iran masih berada dalam kebuntuan. Iran mengganggu lalu lintas pelayaran di jalur strategis Selat Hormuz melalui blokadenya, sementara AS tetap menjalankan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Sejak hari pertama, kami telah mengatakan bahwa membiarkan masalah ini tidak terselesaikan dan berusaha menormalisasi penutupan Selat Hormuz akan menyebabkan eskalasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam konferensi pers rutin.
"Inilah yang persis kami saksikan selama dua hari terakhir," ujarnya.
Qatar pun meminta kedua pihak menahan diri dan kembali menempuh jalur negosiasi.
"Kami mendesak pihak-pihak terkait untuk menggunakan kebijaksanaan dan kembali ke jalur perundingan. Kami juga terus meningkatkan upaya bersama mitra-mitra mediasi kami untuk memastikan kembalinya jalur tersebut," kata al-Ansari.
Sebelumnya pada Selasa, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran akan "segera" membalas jika Amerika Serikat kembali pada kesepakatan yang dibuat pada Juni untuk mengakhiri perang kedua negara.
"Kita tidak mampu menerima status quo di Qatar, di kawasan, maupun di dunia saat ini," kata al-Ansari.
Ia menambahkan, pembahasan dengan mitra-mitra mediasi Qatar, baik di Pakistan maupun Oman, masih terus berlangsung.
Pekan lalu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani melakukan perjalanan ke Teheran sebagai bagian dari upaya mediasi. Langkah tersebut dilakukan setelah Iran dan Oman, dua negara yang berbatasan dengan jalur strategis tersebut, menyatakan sedang membahas koridor pelayaran sementara serta pembersihan ranjau.
(lam)