Kisah Pilu Verawaty Fajrin di Saat Euforia Emas Greysia/Apriyani
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 03 Agustus 2021 - 22:58 WIB
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Foto: Antara
Rakyat Indonesia larut dalam euforia keberhasilan ganda putri Greysia Piolii/Apriyani Rahayu menyabet medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Belum lagi, ditambah Anthony Sinisuka Ginting yang mendapatkan medali perunggu.
Namun, di balik hingar bingar tersebut, ada kabar kurang mengenakan yang datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Salah satu legenda badminton, Verawaty Wiharjo atau yang dikenal dengan Verawaty Fajrin tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat.
Hal tersebut dibenarkan legenda bulu tangkis Indonesia lainnya, Rosiana Tendean. Rosi mengaku telah berkomunikasi untuk menanyakan kondisi terkini dari Verawaty.
"Pada saat Greysia juara, saya malah berkomunikasi sama Verawaty Fajrin yang saat ini dirawat di RS Dharmais. Miris memang melihat kondisi kak Vera yang dibiopsi dan sudah lima kali kemoterapi," kata Rosina dikutip dari wawancara dengan Most Radio FM, Selasa (3/8/2021).
Verawaty merupakan pemain bulu tangkis andalan Indonesia di era tahun 1980-an. Semasa aktif bermain, Verawaty telah menyumbangkan segudang prestasi untuk Indonesia. Dia meraih banyak gelar juara di tiga nomor sekaligus, yaitu di tunggal dan ganda putri,serta ganda campuran.
Yang paling diingat dari sosok Verawaty adalah prestasinya meraih 12 medali emas SEA Games sepanjang kariernya. Bersama Timnas Indonesia, perempuan kelahiran 1 Oktober 1957 itu merebut juara kategori beregu SEA Games selama enam kali berturut-turut pada 1977, 1979, 1981, 1985, 1987, dan 1989.
Dalam prestasi individu, Verawaty juga menorehkan pencapaian tinggi perseorangan SEA Games di nomor ganda putri (1979, 1981, 1987), tunggal putri (1981), dan ganda campuran (1987 dan 1989). Namanya kian bersinar setelah berhasil menyabet medali emas Asian Games nomor ganda putri (1978) dan juara dunia sebanyak dua kali, masing-masing di tunggal putri (1980) dan ganda campuran (1986).
Namun, di balik hingar bingar tersebut, ada kabar kurang mengenakan yang datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Salah satu legenda badminton, Verawaty Wiharjo atau yang dikenal dengan Verawaty Fajrin tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat.
Hal tersebut dibenarkan legenda bulu tangkis Indonesia lainnya, Rosiana Tendean. Rosi mengaku telah berkomunikasi untuk menanyakan kondisi terkini dari Verawaty.
"Pada saat Greysia juara, saya malah berkomunikasi sama Verawaty Fajrin yang saat ini dirawat di RS Dharmais. Miris memang melihat kondisi kak Vera yang dibiopsi dan sudah lima kali kemoterapi," kata Rosina dikutip dari wawancara dengan Most Radio FM, Selasa (3/8/2021).
Verawaty merupakan pemain bulu tangkis andalan Indonesia di era tahun 1980-an. Semasa aktif bermain, Verawaty telah menyumbangkan segudang prestasi untuk Indonesia. Dia meraih banyak gelar juara di tiga nomor sekaligus, yaitu di tunggal dan ganda putri,serta ganda campuran.
Yang paling diingat dari sosok Verawaty adalah prestasinya meraih 12 medali emas SEA Games sepanjang kariernya. Bersama Timnas Indonesia, perempuan kelahiran 1 Oktober 1957 itu merebut juara kategori beregu SEA Games selama enam kali berturut-turut pada 1977, 1979, 1981, 1985, 1987, dan 1989.
Dalam prestasi individu, Verawaty juga menorehkan pencapaian tinggi perseorangan SEA Games di nomor ganda putri (1979, 1981, 1987), tunggal putri (1981), dan ganda campuran (1987 dan 1989). Namanya kian bersinar setelah berhasil menyabet medali emas Asian Games nomor ganda putri (1978) dan juara dunia sebanyak dua kali, masing-masing di tunggal putri (1980) dan ganda campuran (1986).