LANGIT7.ID, Jakarta - Rakyat Indonesia larut dalam euforia keberhasilan ganda putri Greysia Piolii/Apriyani Rahayu menyabet medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Belum lagi, ditambah Anthony Sinisuka Ginting yang mendapatkan medali perunggu.
Namun, di balik hingar bingar tersebut, ada kabar kurang mengenakan yang datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Salah satu legenda badminton, Verawaty Wiharjo atau yang dikenal dengan Verawaty Fajrin tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat.
Hal tersebut dibenarkan legenda bulu tangkis Indonesia lainnya, Rosiana Tendean. Rosi mengaku telah berkomunikasi untuk menanyakan kondisi terkini dari Verawaty.
"Pada saat Greysia juara, saya malah berkomunikasi sama Verawaty Fajrin yang saat ini dirawat di RS Dharmais. Miris memang melihat kondisi kak Vera yang dibiopsi dan sudah lima kali kemoterapi," kata Rosina dikutip dari wawancara dengan Most Radio FM, Selasa (3/8/2021).
Verawaty merupakan pemain bulu tangkis andalan Indonesia di era tahun 1980-an. Semasa aktif bermain, Verawaty telah menyumbangkan segudang prestasi untuk Indonesia. Dia meraih banyak gelar juara di tiga nomor sekaligus, yaitu di tunggal dan ganda putri, serta ganda campuran.
Yang paling diingat dari sosok Verawaty adalah prestasinya meraih 12 medali emas SEA Games sepanjang kariernya. Bersama Timnas Indonesia, perempuan kelahiran 1 Oktober 1957 itu merebut juara kategori beregu SEA Games selama enam kali berturut-turut pada 1977, 1979, 1981, 1985, 1987, dan 1989.
Dalam prestasi individu, Verawaty juga menorehkan pencapaian tinggi perseorangan SEA Games di nomor ganda putri (1979, 1981, 1987), tunggal putri (1981), dan ganda campuran (1987 dan 1989). Namanya kian bersinar setelah berhasil menyabet medali emas Asian Games nomor ganda putri (1978) dan juara dunia sebanyak dua kali, masing-masing di tunggal putri (1980) dan ganda campuran (1986).
Dengan segudang prestasi yang diraih Verawaty untuk Indonesia, Rosiana berharap pemerintah mau mengulurkan bantuan demi kesembuhan sang legenda. Pasalnya, saat ini Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) selaku wadah para atlet belum memberikan bantuan kepada Verawaty.
"Memang diperlukan bantuan dari pemerintah, paling tidak ya kak Vera kan juga punya prestasi yang sangat baik. Kita enggak usah bicara soal medali emas SEA Games, dia juga bermain di sana. Kemarin memang langsung dibantu Menpora untuk rujuk ke RS Dharmais, tapi kalau dari PBSI saat ini belum ada," papar Rosiana.
Sementara, Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) merespons permintaan suami Verawaty, Fajriansyah yang menuliskan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta bantuan agar memberikan perhatian kesehatan kepada istrinya. Pihak Kemenpora langsung menyurati Sekjen Kemenkes dan Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais dan berharap bisa membantu perawatan Verawaty Wiharjo yang banyak mengharumkan Indonesia.
"Sebagai tindak lanjutnya, pada 26 Juli 2021, kami telah mengirimkan surat Nomor RO.02.02/7.26.5/SET/VII/2021 kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan perihal permohonan fasilitas rumah sakit untuk legenda atlet bulu tangkis Verawaty Wiharjo dan
Alhamdulillah Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan langsung cepat merespons surat kami tersebut untuk saling berkomunikasi," bunyi pernyataan resmi Kemenpora, Jumat (30/7/2021).
"Sehubungan dengan itu dan juga mengingat kontribusi dan prestasi Verawaty Wiharjo yang sebelum ini telah banyak sekali dipersembahkan untuk nama harum Indonesia di berbagai
event bulu tangkis internasional, maka kami menyampaikan permohonan kepada Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais sekiranya berkenan membantu mempertimbangkan untuk penanganan perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais," lanjut pernyataan tersebut.
(asf)