Jangan Cuma Nabung, Imbangkan Juga dengan Asuransi
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 03 Juni 2022 - 11:02 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Asuransi adalah hal yang harus dimiliki sebagai pengalih risiko aset dan kesehatan. Meski begitu, Certified Financial Planner Annisa Steviani mengatakan banyak orang yang masih meremehkan asuransi.
"Mereka beranggapan bahwa hidup akan selamanya baik. Sehingga uang yang dimiliki dihabiskan untuk menabung untuk persiapan hari tua," kata Annisa.
Baca juga: Tiga Cara Memilih Asuransi Syariah untuk Keluarga
Meski begitu, Annisa melanjutkan, menabung untuk dana pensiun adalah hal yang bagus. Namun, ada baiknya untuk dilakukan secara imbang.
"Hidup itu 50 banding 50, terkadang orang terlalu percaya diri dan beranggapan bahwa hidup mereka akan lama. Sehingga membuat mereka hanya menabung, menabung dan menabung untuk membeli rumah di masa tua. Seolah-olah hidup yang dimiliki itu selamanya," ujar Annisa dalam acara bertajuk "Masuki Endemi Covid-19, Zurich Siapkan Strategi Baru Dorong Penetrasi Asuransi," Kamis (2/6/2022).
Annisa mengingatkan, bahwa risiko ke depan seperti sakit atau meninggal tidak dapat diketahui. Karena itu, Annisa menyarankan untuk menyeimbangkan antara investasi dan memiliki asuransi.
"Jangan sampai berinvestasi terus tapi mengabaikan risikonya, begitupun sebaliknya jangan sampai berasuransi terus tetapi mengabaikan investasi," jelas Annisa.
"Mereka beranggapan bahwa hidup akan selamanya baik. Sehingga uang yang dimiliki dihabiskan untuk menabung untuk persiapan hari tua," kata Annisa.
Baca juga: Tiga Cara Memilih Asuransi Syariah untuk Keluarga
Meski begitu, Annisa melanjutkan, menabung untuk dana pensiun adalah hal yang bagus. Namun, ada baiknya untuk dilakukan secara imbang.
"Hidup itu 50 banding 50, terkadang orang terlalu percaya diri dan beranggapan bahwa hidup mereka akan lama. Sehingga membuat mereka hanya menabung, menabung dan menabung untuk membeli rumah di masa tua. Seolah-olah hidup yang dimiliki itu selamanya," ujar Annisa dalam acara bertajuk "Masuki Endemi Covid-19, Zurich Siapkan Strategi Baru Dorong Penetrasi Asuransi," Kamis (2/6/2022).
Annisa mengingatkan, bahwa risiko ke depan seperti sakit atau meninggal tidak dapat diketahui. Karena itu, Annisa menyarankan untuk menyeimbangkan antara investasi dan memiliki asuransi.
"Jangan sampai berinvestasi terus tapi mengabaikan risikonya, begitupun sebaliknya jangan sampai berasuransi terus tetapi mengabaikan investasi," jelas Annisa.