home edukasi & pesantren

Hikmah Rahmani: Bingkai Maaf

Rabu, 04 Agustus 2021 - 10:11 WIB
A Rahman Habsyi (Sahabat Iman). Foto: Dokumen Pribadi
Memaafkan orang lain merupakan wujud kebesaran jiwa dan perilaku yang dianggap baik, bahkan dianjurkan agama kita. Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menghapus rasa kesal dan dendam terhadap orang lain.

Akibatnya, pikiran jadi lebih tenang dan jauh dari stres. Sejatinya, tak hanya itu saja manfaat kesehatan dari memaafkan orang lain. Sulitnya memaafkan mungkin muncul karena kecenderungan orang yang dengan mudahnya minta maaf tetapi tidak benar-benar tulus.

Bila dilihat dari sisi psikologis, memaafkan dapat berdampak baik bagi kualitas hidup seseorang. Bahkan Allah memberikan pahala terbaik untuk sang pemaaf.

رَسُولُ اللَّهِ صلي الله عليه و آله : إِذا اوقِفَ الْعِبادُ نادى مُنادٍ: لِيَقُمْ مَنْ أَجْرُهُ عَلَى اللّه ِ وَلْيَدْخُلِ الْجَنَّةَ قيلَ:مَنْ ذَا الَّذى أَجْرُهُ عَلَى اللّه ِ؟ قالَ: الْعافُونَ عَنِ النّاسِ؛

[كنزالعمال، ح 7009]

Jika manusia telah berada di Padang Mahsyar maka ada yang berseru: "Silahkan berdiri para hamba yang pahalanya berada dalam tanggungan Allah dan masuklah ke surga". Ada yang bertanya siapa mereka? Yaitu orang-orang yang memberi maaf kepada sesama manusia". Kemudian berdiri beberapa ribu manusia dan mereka masuk surga tanpa diperiksa" (HR Ibnu Abi Dunya dari Anas dan Kanzul ummal).

Maka, jadilah pemaaf!
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
minta maaf memaafkan hikmah rahmani hikmah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya